BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA SEBAGAI PREDIKTOR KINERJA KARYAWAN PADA TEKNISI DIVISI LIFT ESCALATOR SERVICE PT JAYA KENCANA JAKARTA

Zuhri, Bagas Saifudin (2026) BEBAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA SEBAGAI PREDIKTOR KINERJA KARYAWAN PADA TEKNISI DIVISI LIFT ESCALATOR SERVICE PT JAYA KENCANA JAKARTA. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta - Menteng.

[img] Text (COVER)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-01 Cover - Bagas Saifudin Zuhri.pdf

Download (781kB)
[img] Text (BAB 1)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-02 Bab 1 - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img] Text (BAB 2)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-03 Bab 2 - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (384kB)
[img] Text (BAB 3)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-04 Bab 3 - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (438kB)
[img] Text (BAB 4)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-05 Bab 4 - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (480kB)
[img] Text (BAB 5)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-06 Bab 5 - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (310kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-08 Daftar Pustaka - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (303kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
46122110019-Bagas Saifudin Zuhri-09 Lampiran - Bagas Saifudin Zuhri.pdf
Restricted to Registered users only

Download (402kB)

Abstract

accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ), instrumen Beban Kerja berbasis NASA-TLX yang dimodifikasi, dan Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beban Kerja mampu memprediksi Kinerja Karyawan secara positif dan signifikan (B = 0,178; p = 0,040), sedangkan Kelelahan Kerja mampu memprediksi Kinerja Karyawan secara negatif dan signifikan (B = -0,343; p < 0,001). Secara simultan, Beban Kerja dan Kelelahan Kerja mampu menjelaskan 31,6% variasi persepsi Kinerja Karyawan. Kelelahan Kerja memiliki kontribusi prediktif relatif lebih kuat dibandingkan Beban Kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa Kelelahan Kerja merupakan prediktor yang lebih kuat dalam model, sehingga pengelolaan Kelelahan Kerja perlu diperhatikan untuk mendukung pemeliharaan persepsi kinerja teknisi. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa hubungan positif Beban Kerja dengan persepsi Kinerja Karyawan perlu dipahami berdasarkan karakteristik pekerjaan teknisi yang memiliki tuntutan fisik, mental, dan waktu serta membutuhkan respons terhadap kondisi pekerjaan yang dinamis. Beban Kerja pada tingkat tertentu dapat berkaitan dengan pengerahan usaha dalam penyelesaian pekerjaan, sedangkan Kelelahan Kerja berkaitan dengan menurunnya kemampuan mempertahankan kinerja. Temuan ini memberikan gambaran bahwa persepsi kinerja teknisi tidak hanya berkaitan dengan tuntutan pekerjaan, tetapi juga dengan kondisi energi pekerja selama menjalankan tugas. Oleh karena itu, hasil penelitian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memahami kondisi kerja teknisi, khususnya dalam pengelolaan tuntutan pekerjaan dan kelelahan kerja. Kata Kunci: Beban Kerja, Kelelahan Kerja, Kinerja Karyawan, Teknisi, Lift Escalator.

Item Type: Thesis (S1)
NIM/NIDN Creators: 46122110019
Uncontrolled Keywords: Beban Kerja, Kelelahan Kerja, Kinerja Karyawan, Teknisi, Lift Escalator.
Subjects: 100 Philosophy and Psychology/Filsafat dan Psikologi > 150 Psychology/Psikologi
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: NAJHWA LAILI SYAFAQOH
Date Deposited: 19 Sep 2026 01:50
Last Modified: 19 Sep 2026 01:50
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/103978

Actions (login required)

View Item View Item