PUTRI, SELLY ELITNA (2026) KONSTRUKSI MAKNA KESETIAAN PADA LIRIK LAGU YANG DINYANYIKAN OLEH MAHALINI. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 COVER.pdf Download (750kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (384kB) |
||
|
Text (BAB II)
03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (292kB) |
||
|
Text (BAB III)
04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (202kB) |
||
|
Text (BAB IV)
05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (579kB) |
||
|
Text (BAB V)
06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (181kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (130kB) |
Abstract
Music is one of the communication media capable of conveying messages, emotions, and values through song lyrics. Along with the increasing popularity of remake songs performed by Mahalini, particularly Mencintaimu and Sampai Menutup Mata, a phenomenon has emerged in which these songs are not only appreciated as entertainment but are also interpreted as representations of loyalty in relationships. However, studies specifically examining the construction of the meaning of loyalty in these two songs using Ferdinand de Saussure’s semiotic theory remain limited. This research is entitled “The Construction of the Meaning of Loyalty in Song Lyrics Performed by Mahalini.” The purpose of this study is to identify and analyze the construction of the meaning of loyalty in song lyrics performed by Mahalini, using Ferdinand de Saussure's semiotics.. This research employs a qualitative approach with a constructivist paradigm and applies Ferdinand de Saussure’s semiotic analysis, focusing on the relationship between the Signifier and the Signified. Data were collected through primary data, namely nonparticipant observation, and secondary data obtained from literature studies. The data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The object of this study comprises the lyrics of two songs juxtaposed with key scenes from the films 2nd Miracle in Cell No. 7 and Heart (2006). The findings reveal that the five aspects of maturity are distributed in a structured manner across the verses of both songs and consistently reflected in their corresponding film scenes: maturity as the acceptance of transience; empathy as silent sacrifice; commitment as proof through action; honesty as an inner sincerity not always outwardly expressed; and forgiveness as the full acceptance that completes the sequence of meaning. The study concludes that true faithfulness is represented as a process built upon awareness, empathy, proof through action, sincerity, and acceptance elements that consistently appear across these two song an film pairings, which feature different storylines yet share a common theme, established through the interplay between the signifier and the signified. Keywords: Loyalty, Meaning Construction, Song Lyrics, Ferdinand de Saussure's Semiotics, Mahalini. Musik merupakan salah satu media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan, emosi, dan nilai melalui lirik lagu. Seiring meningkatnya popularitas lagu-lagu remake yang dibawakan oleh Mahalini, khususnya “Mencintaimu” dan “Sampai Menutup Mata”, muncul fenomena bahwa kedua lagu tersebut tidak hanya diterima sebagai hiburan, tetapi juga dimaknai sebagai representasi kesetiaan dalam hubungan. Namun, penelitian yang secara khusus mengkaji konstruksi makna kesetiaan pada kedua lagu tersebut menggunakan semiotika Ferdinand de Saussure masih terbatas. Penelitian ini berjudul “Konstruksi Makna Kesetiaan Pada Lirik Lagu Yang Dinyanyikan Oleh Mahalini”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis konstruksi makna kesetiaan pada lirik lagu yang dinyanyikan oleh Mahalini, dengan semiotika Ferdinand de Saussure. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis serta metode analisis semiotika Ferdinand De Saussure yang berfokus pada hubungan antara penanda (Signifier) dan petanda (Signified). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui data primer seperti observasi nonpartisipan dan data sekunder melalui sumber studi pustaka, sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahapan tersebut mencakup empat langkah utama, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Objek penelitian meliputi lirik-lirik pada kedua lagu yang dipertemukan dengan adegan-adegan kunci pada film 2nd Miracle in Cell No. 7 dan Heart (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima aspek kedewasaan tersebar secara terstruktur pada bait-bait kedua lagu dan tergambar konsisten pada adegan film yang menyertainya: kedewasaan sebagai penerimaan atas kefanaan, empati sebagai pengorbanan diam-diam, komitmen sebagai pembuktian melalui tindakan, kejujuran sebagai ketulusan batin yang tidak selalu terbuka, dan pengampunan sebagai penerimaan penuh yang menutup rangkaian makna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesetiaan sejati direpresentasikan sebagai proses yang dibangun dari kesadaran, empati, pembuktian tindakan, ketulusan, dan penerimaan, yang konsisten muncul pada dua pasangan lagu dan film dengan latar cerita berbeda namun tema yang serupa melalui keterkaitan antara penanda (Signifier) dan petanda (Signified). Kata Kunci: Kesetiaan, Lirik Lagu, Semiotika Ferdinand de Saussure, Konstruksi Makna, Mahalini.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
