NUGRAHA, MUHAMMAD HILAL (2026) KONSTRUKSI BERITA TENTANG KERACUNAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) BANDUNG BARAT DI WEBSITE PKS.ID (ANALISIS FRAMING ROBERT M. ENTMAN, SIKAP DPP PARTAI KEADILAN SEJAHTERA). S2 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 Cover.pdf Download (486kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
02 Bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (113kB) |
||
|
Text (BAB II)
03 Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (244kB) |
||
|
Text (BAB III)
04 Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (103kB) |
||
|
Text (BAB IV)
05 Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (661kB) |
||
|
Text (BAB V)
06 Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (91kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (167kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
08 Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (560kB) |
Abstract
The Free Nutritious Meals Program (MBG) is one of the Indonesian government’s flagship policies under the leadership of Prabowo Subianto and Gibran Rakabuming Raka, aimed at improving children’s nutritional status and supporting human resource development. However, during its implementation in 2025, several cases of mass food poisoning occurred in various regions, including a major incident in West Bandung that attracted widespread public attention. This study aims to analyze how the Prosperous Justice Party (PKS), as a member of the governing coalition, constructs news narratives regarding the MBG food poisoning incidents through its official website, PKS.ID. Drawing on social construction theory, this study employs a qualitative approach using Robert M. Entman’s framing analysis model, which encompasses four analytical elements: defining the problem, diagnosing the causes, making moral judgments, and providing recommendations for action. Amid the multitude of public dimensions surrounding the MBG issue, Entman’s model can be applied in this study through its two key dimensions. These dimensions are issue selection and issue salience as determined by news writers. Data were collected through the analysis of seven news articles related to the MBG poisoning case published on PKS.ID between September and October 2025. The findings indicate that PKS framed the poisoning incident primarily as a technical problem in program implementation, rather than as a policy failure. The party emphasized the need for evaluation, stricter oversight, and improvements to operational standards while continuing to support the MBG program as an important government initiative. This study demonstrates how political parties utilize official digital media to construct narratives and communicate their political stances on controversial public policy issues. Keywords: Framing Analysis, MBG Program, Political Communication, PKS, Food Poisoning Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) adalah salah satu kebijakan unggulan pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, yang bertujuan meningkatkan status gizi anak-anak dan mendukung pengembangan sumber daya manusia. Namun, selama pelaksanaannya pada tahun 2025, beberapa kasus keracunan makanan massal terjadi di berbagai daerah, termasuk insiden besar di Bandung Barat yang menarik perhatian publik secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai koalisi pemerintah membangun narasi berita terkait insiden keracunan MBG melalui situs resminya, PKS.ID. Dengan teori konstruksi sosial, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis framing Robert M. Entman, yang mencakup empat elemen analitis: mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebab, membuat penilaian moral, dan memberikan rekomendasi penanganan. Ditengah banyaknya dimensi isu di publik terkait MBG, model Entman dapat digunakan dalam penelitian ini dengan dua dimensi yang dimilikinya. Dimensi pemilihan atau seleksi isu, dan penonjolan isu yang dilakukan oleh penulis berita. Data dikumpulkan melalui dokumentasi tujuh artikel berita terkait kasus keracunan MBG yang diterbitkan di PKS.ID antara September dan Oktober 2025. Temuan menunjukkan bahwa PKS membingkai insiden keracunan tersebut terutama sebagai masalah teknis dalam pelaksanaan program, bukan sebagai kegagalan kebijakan. Partai tersebut menekankan perlunya evaluasi, pengawasan yang lebih ketat, dan perbaikan standar operasional sambil tetap mendukung program MBG sebagai inisiatif pemerintah yang penting. Studi ini menunjukkan bagaimana partai politik memanfaatkan media digital resmi untuk membangun narasi dan mengkomunikasikan sikap politik mereka terhadap isu-isu kebijakan publik yang kontroversial. Kata Kunci : Analisis Framing, Program MBG, Komunikasi Politik, PKS, Keracunan Makanan
Actions (login required)
![]() |
View Item |
