KORUPTOR DALAM TEKS CERITA PAGELARAN WAYANG BEBER METROPOLITAN DENGAN LAKON SIAPA YANG TIKUS

SUHIJRIAH, AHMAD (2016) KORUPTOR DALAM TEKS CERITA PAGELARAN WAYANG BEBER METROPOLITAN DENGAN LAKON SIAPA YANG TIKUS. S2 thesis, Universitas Mecu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (135kB) | Preview
[img]
Preview
Text (COVER)
LEMBAR COVER TESIS.pdf

Download (425kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (177kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (438kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN .pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Pagelaran Wayang Beber Metropolitan, merupakan suatu bentuk media komunikasi untuk menyampaikan berbagai pesan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna pesan dari teks pagelaran dengan lakon Siapa Yang Tikus dalam wacana korupsi kekuasaan, korupsi politik dan korupsi kepemimpinan. Metode penelitian ini menggunakan metode Hermeneutika yang mengacu pada teori Hermeneutika Hans Gadamer. Sehingga dalam mendapatkan penafsiran, teks dipengaruhi oleh pengalaman, sejarah dan tradisi. Objek dalam penelitian ini adalah pagelaran Wayang Beber Metropolitan dengan judul Siapa Yang Tikus. Unit analisis dalam penelitian ini adalah teks dari alur cerita, dialog antar tokoh, monolog dalang dan berbagai komponen lain yang memiliki keterkaitan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Hasil dalam penelitian ini, teks memperlihatkan adanya wacana korupsi politik, korupsi kekuasaan dan korupsi kepemimpinan. Teks juga memperlihatkan kesetaraan tikus dalam beberapa tingkatan peran dan kedudukan. Hewan tikus berperan sebagai hama, tikus berperan layaknya manusia yang dijadikan korban pelaku korupsi. Dengan kata lain peran serta kedudukan tikus dalam cerita pagelaran ini mewakili keberadaan manusia dalam kelas atau strata sosial. Mulai dari keberadaan manusia dengan strata sosial yang paling bawah hingga manusia dengan strata kesatria bahkan setengah dewa

Item Type: Thesis (S2)
Call Number CD: CDT/PCOM/2016/020
Call Number: 52/PCOM/2016/020
NIM: 55214110042
Uncontrolled Keywords: Wayang Beber Metropolitan, tikus, korupsi kekuasaan, korupsi politik dan korupsi kepemimpinan, Wayang Beber Metropolitan, the rats, power corruption, political corruption, and corruption of leadership
Subjects: 300 Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 320.1-320.9 Standard Subdivisions of Political dan Government Science/Subdivisi Standar Dari Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 320.9 Political Situation and Condition/Situasi dan Kondisi Politik
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Komunikasi
Depositing User: Rokhyudi
Date Deposited: 10 Nov 2017 08:47
Last Modified: 10 Nov 2017 08:47
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/39549

Actions (login required)

View Item View Item