VITO, RASHAKY ARYA (2026) PENGARUH BEBAN KERJA, DUKUNGAN SOSIAL DAN FLEKSIBILITAS KERJA TERHADAP WORK-LIFE BALANCE PADA GENERASI Z DI JAKARTA. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta - Menteng.
|
Text (COVER)
43122010092-Rashaky Arya Vito-01 Cover - Rashaky Arya Vito.pdf Download (545kB) |
|
|
Text (BAB 1)
43122010092-Rashaky Arya Vito-02 BAB 1 - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (354kB) |
|
|
Text (BAB 2)
43122010092-Rashaky Arya Vito-03 BAB 2 - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (407kB) |
|
|
Text (BAB 3)
43122010092-Rashaky Arya Vito-04 BAB 3 - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (382kB) |
|
|
Text (BAB 4)
43122010092-Rashaky Arya Vito-05 BAB 4 - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (493kB) |
|
|
Text (BAB 5)
43122010092-Rashaky Arya Vito-06 BAB 5 - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (263kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
43122010092-Rashaky Arya Vito-08 Daftar Pustaka - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (276kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
43122010092-Rashaky Arya Vito-09 Lampiran - Rashaky Arya Vito.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
Studi ini meneliti pengaruh dari beban kerja, dukungan sosial, dan fleksibilitas kerja terhadap work-life balance. Populasi target terdiri dari karyawan berusia 19-28 tahun. Mengingat ukuran populasi yang tidak pasti, sampel ditentukan menggunakan aturan praktis minimal lima responden per indikator. Dengan 27 indikator, maka sampel minimumnya adalah 135, dan 150 respons valid diperoleh melalui survei daring. Data dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS Ver. 4. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa beban kerja memberikan pengaruh negatif terhadap work-life balance, sebaliknya dukungan sosial dan fleksibilitas kerja memberikan pengaruh positif. Dukungan sosial muncul sebagai prediktor yang paling dominan. Wawasan utama adalah bahwa karyawan Generasi Z cenderung lebih mengandalkan sumber daya relasional daripada sumber daya struktural dalam menjaga work-life balance, sebuah pola yang dipengaruhi oleh konteks budaya kolektivistik Indonesia. Studi ini memperluas pengembangan keilmuan di bidang Manajemen SDM, khususnya pada kajian terkait work-life balance di kalangan Generasi Z. Secara praktis, organisasi harus menyeimbangkan manajemen beban kerja dengan pengembangan lingkungan kerja yang mendukung dan fleksibel. Studi ini dibatasi oleh desain cross-sectional dan konteks perkotaan yang spesifik, menunjukkan perlunya penelitian longitudinal dan lebih luas di masa mendatang. Kata Kunci: Beban Kerja, Dukungan Sosial, Fleksibilitas Kerja, Work-life balance, Generasi Z.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
