OKTAROSULIANA, ANNISA (2025) ANALISIS ISI KONTEN PADA AKUN TIKTOK @dukcapiljakarta SEBAGAI MEDIA INFORMASI KEPADA MASYARAKAT TERKAIT PUNGUTAN LIAR DAN PELAYANAN. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 COVER.pdf Download (585kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (313kB) |
||
|
Text (BAB II)
03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
||
|
Text (BAB III)
04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
||
|
Text (BAB IV)
05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (478kB) |
||
|
Text (BAB V)
06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (35kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (114kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (776kB) |
Abstract
This study aims to analyze the effectiveness of the Jakarta Population and Civil Registration Agency (Disdukcapil)'s use of TikTok as a social media platform to disseminate information on illegal levies and services at the Disdukcapil. Using a descriptive qualitative approach, this study focuses on analyzing the content of videos uploaded by the official Disdukcapil account and the audience interactions that occur within them. This research employs a qualitative constructivist paradigm with Content Analysis methods. Data were collected through observation of video content and analysis of audience comments from January to April 2025. Source triangulation was used to verify the validity of the data. The results indicate that the use of TikTok as a communication medium by the Jakarta Disdukcapil to disseminate information and educate the public about illegal levies and the service system has proven effective in disseminating information and fostering interaction. This is evident in the high number of views, likes, and comments, which serve as indicators of success. However, the study also found a gap between digital messages and public perceptions on the ground, reflected in skeptical comments. Based on these findings, the study concluded that while TikTok is a powerful platform for public communication, its success must be supported by consistent service delivery in the real world. The recommendations include the need for the Jakarta Population and Civil Registration Office (Disdukcapil) to strengthen two-way communication and ensure comprehensive service transparency to build full public trust. Keywords: Disdukcapil, Tiktok, Content, Extortion, Services, Content Analysis Penelitian ini punya tujuan untuk melihat seberapa efektif pemakaian media sosial TikTok oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta sebagai sarana untuk menyosialisasikan aturan tentang pungutan liar (pungli) dan layanan Dukcapil. Cara yang dipakai ialah dengan meneliti isi dari video-video yang diunggah akun resmi Disdukcapil DKI Jakarta, sekaligus memperhatikan interaksi warganet di dalamnya. Dasar penelitian ini memakai cara pandang konstruktivis dengan metode analisis isi. Data dikumpulkan lewat pengamatan langsung kepada video yang diunggah, ditambah analisis komentar dari masyarakat pada periode Januari sampai April 2025. Untuk menjamin ketepatan data, dipakai cara perbandingan dari berbagai sumber. Hasil yang didapat menunjukkan kalau TikTok cukup berhasil jadi media komunikasi bagi Disdukcapil DKI Jakarta. Lewat platform ini, informasi soal pungli dan sistem pelayanan bisa lebih mudah sampai ke masyarakat, sekaligus membuka ruang interaksi. Keberhasilan itu terlihat dari tingginya jumlah tayangan, tanda suka, dan komentar yang muncul di setiap unggahan. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan adanya kesenjangan antara pesan yang disampaikan secara digital dan persepsi masyarakat di lapangan, yang tercermin dari adanya komentar-komentar skeptis. Berdasarkan temuan ini, penelitian menyimpulkan bahwa meskipun TikTok ialah platform yang kuat untuk komunikasi publik, keberhasilannya harus didukung oleh konsistensi pelayanan di dunia nyata. Saran yang diajukan ialah perlunya Disdukcapil DKI Jakarta untuk menguatkan komunikasi dua arah dan menjamin transparansi layanan secara menyeluruh untuk membangun kepercayaan publik secara penuh. Kata Perihal: Disdukcapil, Tiktok, Konten, Pungli, Palayanan, Analisis Isi
Actions (login required)
![]() |
View Item |
