SUPRAPTO, AGUS (2022) EVALUASI KESIAP-SIAGAAN GEDUNG SEKOLAH MENGHADAPI GEMPA (Contoh Kasus: Gedung Sekolah SMK N 3 Kuningan). S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 COVER.pdf Download (374kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
09 ABSTRAK.pdf Download (72kB) | Preview |
|
Text (BAB I)
02 BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (492kB) |
||
Text (BAB II)
03 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (185kB) |
||
Text (BAB III)
04 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (637kB) |
||
Text (BAB IV)
05 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
Text (BAB V)
06 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (120kB) |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 DAFTAR RUJUKAN.pdf Restricted to Registered users only Download (99kB) |
||
Text (LAMPIRAN)
08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
Abstract
The large number of schools and the relatively high frequency of earthquakes in Indonesia require a large number of school building preparedness assessments to be required. Earthquake victims come from disaster-prone community groups such as the elderly, children, pregnant women, people with disabilities and so on. The purpose of this study is to propose a method for assessing the performance of concrete structures, especially against earthquakes, in a simple way so that the school can do it themselves. This research was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The AHP model describes a complex multifactor or multicriteria problem into a more systematic hierarchy. The hierarchy is represented as a complex problem in a multilevel structure where the first level is the goal, followed by the level of factors, criteria, subcriteria and so on down to the last level of the alternative. The value obtained by SMK N 3 Kuningan on the results of the readiness evaluation -school building alertness is 76.9 and can be categorized as Good in assessing the school building's preparedness to face an earthquake disaster. Evaluation with this method can be used as a proposal for evaluating the performance of structural components in a simple way and can be carried out by the school itself with limited civil engineering knowledge. For the evaluation of the readiness of the structural components in this study, it is only limited to concrete materials, so that for steel materials a review is carried out and will produce different assessments and indicators. Considering that the preparedness of the occupants is not included in this study, it is advisable to carry out a disaster response simulation, so that the residents are ready and able to do what they should when a disaster does occur. Keywords: structural preparedness, disaster preparedness, visual inspection Jumlah sekolah yang sangat banyak dan frekuensi gempa yang relatif tinggi di Indonesia menyebabkan diperlukannya penilaian kesiap-siagaan gedung sekolah dalam jumlah banyak. Korban gempa datang dari kelompok masyarakat yang rawan bencana seperti orang tua, anak-anak, perempuan hamil, disabilitas dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini memberikan usulan metoda penilaian kinerja struktur gedung beton khususnya terhadap gempa dengan cara sederhana sehingga dapat dilakukan sendiri oleh pihak sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Model AHP yaitu menguraikan masalah multifaktor atau multikriteria yang kompleks menjadi suatu hierarki yang lebih sistematis. hierarki tersebut direpresentasikan sebagai sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multilevel di mana level pertama adalah tujuan, diikuti level faktor, kriteria, sub-kriteria dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternative.Nilai yang diperoleh oleh SMK N 3 Kuningan pada hasil evaluasi kesiap-siagaan gedung sekolah adalah sebesar 76,9 dan dapat dikategorikan Baik dalam penilaian kesiap-siagaan gedung sekolah menghadapi bencana gempa bumi. Evaluasi dengan metode ini dapat dijadikan usulan penilaian kinerja komponen struktur secara sederhana dan dapat dilakukan sendiri oleh pihak sekolah dengan pengetauan teknik sipil terbatas. Untuk evaluasi kesiap-siagaan komponen struktur pada penelitian ini hanya terbatas pada material beton, sehingga untuk material baja dilakukan kajian ulang dan akan menghasilkan penilaian serta indikatorindikator yang berbeda. Mengingat kesiap-siagaan penghuni tidak masuk dalam penelitian ini, sebaiknya dilakukan simulasi tanggap bencana, agar penghuni siap dan dapat melakukan hal yang seharusnya ketika bencana itu benar - benar terjadi. Kata kunci: kesiap-siagaan struktur, kesiap-siagaan bencana, pemeriksaan visual
Actions (login required)
View Item |