ANALISIS PERBEDAAN SUDUT DAN JUMLAH SUDU FAN TERHADAP NATURAL FREQUENCY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA

WIBISONO, HIMAWAN SETYO (2021) ANALISIS PERBEDAAN SUDUT DAN JUMLAH SUDU FAN TERHADAP NATURAL FREQUENCY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
01 Cover.pdf

Download (365kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
02 Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (42kB)
[img] Text (BAB II)
03 Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text (BAB III)
04 Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB)
[img] Text (BAB IV)
05 Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB)
[img] Text (BAB V)
06 Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
08 Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

A fan is a fluid machine designed to flow fluid from one place to another in a gas phase such as air. The fan blade is a part of the Fan. The blades have their own personal frequency. Knowing the personal frequency of the fan blade is very important so that the fan blade does not resonate with the motor rotation. These personal frequencies will be analyzed using modeling and simulation using Solidworks software. This study aims to determine the natural frequency of the fan so that there is no resonance with the motor rotation frequency. The axial fan itself has the characteristics of a large air flow but the pressure is small. Therefore, many modifications have been made to the fan, such as the angle and number of blades. As in this study using a variation of the difference in blade angle and the number of blades. The simulation uses the finite element method to obtain personal frequency values. The finite element method itself uses numerical methods to solve the problem of boundary values characterized by partial differential equations and boundary conditions. For variations of fan blades with a blade angle of 25 °, 30 ° and 40 ° it shows that at low shape mode there is no effect on natural frequency, while for high shape mode there is only a slight effect on natural frequency, this also applies to variations in the number of fan blades. 2, 3 and 4. All fan blades with the number of blades 2, 3, and 4 with blade angles of 25 °, 30 ° and 40 °, the value of the natural frequency is not the same as the motor rotation frequency of 25, 35, 50 Hz. This shows that there is no resonance with the motor rotation frequency, so the fan blade design is safe, because the natural frequency of the fan blade is not the same or nearly the same as the motor rotation frequency. Keywords: Fan, Natural Frequency, Finite Element Method, Solidworks Fan merupakan mesin fluida yang didesain untuk mengalirkan fluida dari satu tempat ke tempat lain dalam fase gas seperti udara. Sudu kipas adalah bagian dari Fan. Sudu kipas mempunyai frekuensi pribadi. Mengetahui frekuensi pribadi dari sudu fan sangat penting agar sudu fan tidak terjadi resonansi terhadap putaran motor. Frekuensi pribadi tersebut akan dianalisis menggunakan pemodelan dan simulasi menggunakan software Solidworks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui natural frequency dari fan agar tidak terjadi resonansi dengan frekuensi putaran motor. Fan Aksial sendiri mempunyai karakteristik debit udara yang besar namun tekanannya kecil. Maka dari itu banyak dilakukan modifikasi pada fan seperti sudut dan jumlah sudunya. Seperti pada penelitian ini menggunakan variasi perbedaan sudut sudu dan jumlah sudu. Simulasinya menggunakan metode elemen hingga untuk mendapatkan nilai frekuensi pribadi. Metode elemen hingga sendiri menggunakan metode numerik untuk mengatasi masalah nilai batas yang di karakteristikan dengan persamaan diferensial parsial dan kondisi batas. Untuk variasi sudu fan dengan besar sudut sudu 25°, 30° dan 40° menunjukkan bahwa pada mode shape rendah tidak ada pengaruhnya terhadap natural frequency, sedangkan untuk mode shape tinggi hanya sedikit pengaruhnya terhadap natural frequency, hal ini berlaku juga untuk variasi jumlah sudu fan 2, 3 dan 4. Semua sudu fan dengan jumlah sudu 2, 3, dan 4 dengan sudut sudu 25°, 30° dan 40° harga natural frequencynya tidak ada yang sama dengan frekuensi putaran motor sebesar 25, 35, 50 Hz. Ini menunjukkan bahwa tidak terjadi resonansi dengan frekuensi putaran motor, jadi desain sudu fan ini aman, karena besarnya natural frequency sudu fan tidak ada yang bernilai sama atau hampir sama dengan frekuensi putaran motor. Kata kunci : Kipas, Frekuensi Pribadi, Metode Elemen Hingga, Solidworks

Item Type: Thesis (S1)
NIM/NIDN Creators: 41319110022
Uncontrolled Keywords: Kipas, Frekuensi Pribadi, Metode Elemen Hingga, Solidworks
Subjects: 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 621 Applied Physics/Fisika terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 621 Applied Physics/Fisika terapan > 621.8 Machine Engineering, Machinery/Teknik Mesin
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Dede Muksin Lubis
Date Deposited: 30 Dec 2021 02:59
Last Modified: 30 Dec 2021 02:59
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/53242

Actions (login required)

View Item View Item