PERENCANAAN KONSTRUKSI PERKERASAN RUAS JALAN BAYAH – CIKOTOK SEBAGAI PENGHUBUNG JALUR LINTAS SELATAN

SURYADI, SURYADI (2011) PERENCANAAN KONSTRUKSI PERKERASAN RUAS JALAN BAYAH – CIKOTOK SEBAGAI PENGHUBUNG JALUR LINTAS SELATAN. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
cover.pdf

Download (725kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf

Download (85kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
03. BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (36kB)
[img] Text (BAB II)
04. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB)
[img] Text (BAB III)
05. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (148kB)
[img] Text (BAB IV)
04. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB)
[img] Text (BAB V)
05. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (52kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daft Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Perkembangan suatu wilayah yang sangat pesat seiring dengan perkembangan lalu lintas yang makin meningkat serta factor lingkungan dan alam, dapat mempengaruhi penurunan kondisi ruas jalan yang sudah ada, Salah satu ruas jalan di wilayah selatan Pulau Jawa yang mengalami kondisi tersebut yang sedang ditingkatkan statusnya oleh Pemerintah adalah Ruas Jalan Bayah – Cikotok sepanjang ± 14,75 Km berupa pelebaran dan perbaikan jalan. Hal ini dikarenakan ruas jalan ini merupakan akses jalan menuju jalur pariwisata yang melalui lintas selatan Pulau Jawa yang nantinya diharapkan dapat menambah sumber devisa negara. Adapun tujuan dari penulisan Tugas Akhir ini adalah menentukan tebal perkerasan lentur untuk jalan baru, overlay, design alternative dan membandingkan analisa biaya dari ke tiga alternative. Metode yang dipakai untuk perhitungan perencanaan tebal perkerasan ini adalah Metode Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Bina Marga yaitu Analisa Komponen SKBI 2.3.26.1987 UDC : 625.73 (25) sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 1732-1989-F. Karena pada dasarnya Metode Bina Marga adalah memaksimalkan lapisan permukaan, maka dicoba alternative lain dengan memaksimalkan lapisan pondasi atas dan dengan memaksimalkan lapisan pondasi bawah. Analisa perencanaan tebal perkerasan ini menggunakan beberapa parameter penentu seperti data lalu lintas harian rata-rata, perkembangan lalu lintas umur rencana, data curah hujan, kelas jalan, factor regional dan CBR rata-rata tanah dasar 3,4%. Hasil akhir dari perencanaan tebal perkerasan untuk jalan baru disini berturut-turut dimulai dari lapisan permukaan (Laston MS744), lapisan pondasi atas (Batu Pecah Kelas A) dan pondai bawah (Sirtu Kelas A) adalah memaksimalkan lapisan permukaan (9 cm ; 20 cm : 10 cm), memaksimalkan lapisan pondasi atas (7.5 cm ; 22 cm : 10 cm) dan memaksimalkan lapisan pondasi bawah (7.5 cm ; 20 cm : 12 cm). Sehingga dengan pertimbangan tebal, biaya dan prosentase umur diambil alternative 1 yaitu memaksimalkan lapisan permukaan. Sedangkan untuk perencanaan tebal overlay adalah tebal lapisan permukaan (Laston MS744) 9 cm, lapisan pondasi atas (lapen) 5 cm dan lapisan pondasi bawah (agregat) 25 cm

Item Type: Thesis (S1)
Call Number CD: FTPD/SIP. 11 016
Call Number: STSP/11/11/007
NIM/NIDN Creators: 41109110006
Uncontrolled Keywords: Metode Bina Marga, Perkerasan lentur
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpus UMB
Date Deposited: 13 Apr 2011 10:20
Last Modified: 12 Dec 2025 07:19
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/19392

Actions (login required)

View Item View Item