FAQIH, HAMDILLAH (2022) IMPLEMENTASI TEORI 5’C CINEMATOGRAPHY DALAM TATA KAMERA FILM “ HIDDEN FAIRY ”. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 Cover.pdf Download (423kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
02 Abstrak.pdf Download (129kB) | Preview |
|
Text (BAB I)
03 Bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (248kB) |
||
Text (BAB II)
04 Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (815kB) |
||
Text (BAB III)
05 Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
Text (BAB IV)
06 Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (766kB) |
||
Text (BAB V)
07 Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (94kB) |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA)
08 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (22kB) |
||
Text (LAMPIRAN)
09 Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (70kB) |
Abstract
Film pendek fiksi “Hidden Fairy” adalah film fiksi bercerita tentang ibu sambung yang sayang terhadap anak anak sambungnya akan tetapi anak sambung itu tidak menghargai kasih sayang dari ibu sambung, ketika ibu sambungnya sudah meninggal si anak anak sambung ini baru sadar bahwa selama ini ibu sambungnya sayang banget terhadap anak sambungnya. Dan masih banyak stigma yang berkembang pada masyarakat tentang ibu sambung mengarah pada sisi negatif yaitu, jahat, kejam, pemarah, suka menyiksa dan lain sebagianya. Terbukti dengan banyaknya literatur mengenai ibu sambung dalam bentuk film, sinetron, novel, cerita rakyat, dalam negeri hingga dongeng luar negeri yang menceritakan kekejaman dan sisi negative dari sosok ibu tiri (ibu sambung). Hampir tidak ada cerita fiksi dan non fiksi yang menggambarkan sisi positif dari ibu tiri/ ibu sambung. Dalam pembuatan film pendek fiksi ini penulis yang berperan sebagai Director of Photography, dalam pengambilan gambar menggunakan teknik 5C’Cinematography, yang terdiri dari lima elemen elemen penting didalam Cinematography yaitu Composition, Close Up, Camera Angle, Continuity, Cutting. Lima elemen penting dari Cinematography tersebut penulis terapkan dalam penciptaan film Hidden Fairy. Teknik pengambilan gambar tersebut dilakukan agar menghasilkan variasi shot yang dapat menciptakan sudut pandang berbeda bagi penonton. Penggunaan alat pendukung dan teknik pengambilan gambar tersebut dapat mempengaruhi penyampaian infomasi yang akan diterima oleh penonton. Dari proses pembuatan film “Hidden Fairy” penulis berperan sebagai DoP memiliki tugas yang cukup penting dari tahap pra-produksi yaitu membuat gambar dari naskah yang ada kedalam bentuk shot list, apa saja yang harus diambil nantinya dan alat-alat apa saja yang diperlukan. Pada proses produksi yaitu mengeksekusi hal yang sudah disiapkan saat pra produksi. Kemudian pada proses pasca produksi tugas DoP adalah mengevaluasi hasil dari pengambilan gambar kameramennya. Seorang DoP harus detail dalam mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam perekaman gambar , dari segi konsep dan alat yang digunakan harus benar-benar matang. Perancang berharap pesan yang tersampaikan dalam visualisasi film ini dapat memberikan pesan yang positif terutama dalam cerita yang diangkat dalam film ini bahwa tidak semua orang tua sambung itu galak atau tidak peduli terhadap anak sambung, masing-masing orang mempunyai karakter dan sifat masing-masing. Katak kunci : Director of Photography, Film, pengambilan gambar
Actions (login required)
View Item |