PERENCANAAN ULANG TEBAL PERKERASAN LENTUR JALUR PANTURA SUBANG JAWA BARAT BERDASARKAN METODE ANALISIS KOMPONEN SNI 1732-1989-F DAN METODE AASHTO 1993

LAKSANA, PUTRA (2018) PERENCANAAN ULANG TEBAL PERKERASAN LENTUR JALUR PANTURA SUBANG JAWA BARAT BERDASARKAN METODE ANALISIS KOMPONEN SNI 1732-1989-F DAN METODE AASHTO 1993. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
01.HAL COVER.pdf

Download (530kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
02.ABSTRAK.pdf

Download (216kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
03.BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB)
[img] Text (BAB II)
04.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
05.BAB III .pdf
Restricted to Registered users only

Download (180kB)
[img] Text (BAB IV)
06.BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (662kB)
[img] Text (BAB V)
07.BAB V .pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
08.DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Jalan raya merupakan prasarana transportasi darat untuk melayani pergerakan manusia dan barang dari suatu tempat ke tempat lain secara aman, nyaman, dan ekonomis, jalan raya pantura adalah salah satu ruas jalan yang mempunyai peranan penting dalam lalu lintas pengangkutan barang di Indonesia khususnya pulau Jawa Jalan ini melewati 5 Provinsi sepanjang 1.316 km di sepanjang pesisir pantai utara Jawa, yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. (Wikipedia) Pada penelitian ini penulis membandingkan dua metode yaitu Metode Analisis Komponen SNI 1732-1989-F dan AASHTO 1993. Metode Analisis Komponen adalah metode yang di buat oleh Departemen Pekerjaan Umum yang telah disahkan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umu 378/KPTS/1987. Sementara itu, metode AASHTO 1993 adalah metode yang berasal dari Amerika Serikat dan sudah dipakai secara umum di seluruh dunia serta diadopsi sebagai standar perencanaan di berbagai Negara. Analisa penentuan tebal perkerasan ini menghitung tebal perkerasan umur rencana 5 dan 15 tahun, menggunakan beberapa parameter seperti data lalu lintas harian rata-rata awal tahun rencana, pertumbuhan lalu lintas, lalu lintas rata-rata akhir tahun rencana, umur rencana, kelas jalan dan faktor regional. Dari kedua metode tersebut dihasilkan tebal perkerasan yang berbeda, yaitu: Umur rencana 5 tahun Metode Bina Marga diperoleh ketebalan AC – WC = 8 cm, AC-Base = 10 cm, Lapis Pondasi A = 20 cm, Lapis Pondasi B = 10 cm dan umur rencana 15 tahun AC – WC = 11 cm, AC-Base = 10 cm, Lapis Pondasi A = 20 cm, Lapis Pondasi B = 10 cm. Sedangkan dengan metode AASHTO umur rencana 5 tahun diperoleh ketebalan AC – WC = 7,62 cm, AC-Base = 7,62 cm, Lapis Pondasi A = 16,51 cm, Lapis Pondasi B = 19,05 cm dan umur rencana 15 tahun AC – WC = 8,255 cm, AC-Base = 8,255 cm, Lapis Pondasi A = 16,51 cm, Lapis Pondasi B = 25,4 cm Dari perhitungan tebal lapisan perkerasan diatas dengan panjang jalan 2000 m maka dapat diestimasikan biaya yang dikeluarkan yaitu (metode Bina Marga) umur rencana 5 tahun adalah Rp 6.578.529.600 dan umur rencan 15 tahun adalah Rp 7.290.295.200 sedangkan metode AASHTO umur rencana 5 tahun adalah Rp 6.288.142.155 dan umur rencan 15 tahun adalah Rp 7.022.326.920 Kata kunci: Metode Analisis Komponen SNI 1732-1989-F, Metode AASHTO 1993, Perkerasan Jalan Raya, Tebal Perkerasan.

Item Type: Thesis (S1)
Call Number CD: FT/SIP. 18 012
NIM: 41113010046
Uncontrolled Keywords: Metode Analisis Komponen SNI 1732-1989-F, Metode AASHTO 1993, Perkerasan Jalan Raya, Tebal Perkerasan.
Subjects: 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 624 Civil Engineering/Teknik Sipil
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Dede Muksin Lubis
Date Deposited: 02 Jun 2018 06:02
Last Modified: 28 Sep 2018 03:22
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/43116

Actions (login required)

View Item View Item