KESENIAN BENJANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMILIHAN WALIKOTA BANDUNG (STUDI KASUS PASANGAN MQ ISWARA DAN ASEP DEDDY DI KECAMATAN UJUNG BERUNG)

ZEBUA, DEDY FATIELI (2014) KESENIAN BENJANG SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI POLITIK DALAM PEMILIHAN WALIKOTA BANDUNG (STUDI KASUS PASANGAN MQ ISWARA DAN ASEP DEDDY DI KECAMATAN UJUNG BERUNG). S2 thesis, Universitas Mercu Buana.

[img]
Preview
Text (Cover)
Hal Cover.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Abstrak)
Abstraksi.pdf

Download (27kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (115kB)
[img] Text (BAB II)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (394kB)
[img] Text (BAB III)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (180kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (277kB)
[img] Text (BAB V)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (149kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Hal Daftar Pustaka da Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB)

Abstract

Tesis ini memberikan perspektif lain dalam konteks komunikasi politik melalui kesenian Benjang, kesenian asli kecamatan Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat. Melalui kesederhanaan dan tradisi yang telah mengakar sejak abad ke 18, kesenian Benjang mampu menjelma menjadi salah satu media komunikasi politik yang efektif bagi para kandidat pemimpin daerah untuk mendekatkan diri dengan masyarakat saat kampanye pilkada. Salah satu kandidat pemimpin daerah yang menggunakan kesenian Benjang saat kampanye Pilwakot Bandung tahun 2013 silam di Ujung Berung adalah Pasangan Walikota dan Wakil Walikota MQ Iswara dan Asep Deddy Ruyadi. Kesenian Benjang menawarkan kesempatan bagi pasangan calon pemimpin daerah ini untuk melakukan komunikasi politik, karena kemudahan benjang dalam mengumpulkan massa dlaam jumlah banyak. Saat massa terkumpul karena benjang itulah, kedua pasangan calon pemimpin ini memamparkan visi dan misi mereka melalui terkait kota Bandung lima tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif. Pendekatan kualitatif interpretif ini diarahkan pada latar gejala secara holistik (utuh menyeluruh ) dan alamiah. Kesenian Benjang dalam konteks komunikasi politik dikaitkan budaya sebagai alat komunikasi politik. Dalam konteks komunikasi politik, terlebih dahulu Benjang tersebut sudah mengakar dan disukai masyarakat. Kelebihan kesenian Benjang dibandingkan dengan kesenian lain adalah daya tarik sehingga mudah mengumpulan massa dalam jumlah banyak. Hal tersebut menjadikan Kesenian Benjang dijadikan alat komunikasi politik utuk mempertemukan antara masyarakat dan calon kepala daerah dalam pemilihan Kepala Daerah.

Item Type: Thesis (S2)
Call Number: 52/PCOM/2014/015
NIM: 55211110118
Uncontrolled Keywords: studi kasus, komunikasi politik, interpretative story, case studies, political communication, interpretative story
Subjects: 300 Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 300. Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 302 Social Interaction, Interpersonal Relations/Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal > 302.2 Communication/Komunikasi
Divisions: Pascasarjana > Magister Ilmu Komunikasi
Depositing User: Rokhyudi
Date Deposited: 29 Mar 2018 03:04
Last Modified: 29 Mar 2018 03:04
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/41421

Actions (login required)

View Item View Item