STUDI KASUS PEREBUTAN FREKUENSI 3600-4200MHz ANTARA FIXED SATELLITE SERVICE DAN INTERNATIONAL MOBILE TELECOMMUNICATION DENGAN PENDEKATAN REGULATORY IMPACT ANALYSIS

AKSAH, RONNY LA ODE (2017) STUDI KASUS PEREBUTAN FREKUENSI 3600-4200MHz ANTARA FIXED SATELLITE SERVICE DAN INTERNATIONAL MOBILE TELECOMMUNICATION DENGAN PENDEKATAN REGULATORY IMPACT ANALYSIS. S2 thesis, Universitas Mercu Buana.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2 - Abstrack dan Abstrak.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text (COVER)
1 - Halaman Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text (BAB I)
3 - Bab1 - Pendahuluan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (241kB)
[img] Text (BAB II)
4 - Bab2 - Landasan Teori.pdf
Restricted to Registered users only

Download (734kB)
[img] Text (BAB III)
5 - Bab3 - Metode Penelitian.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB)
[img] Text (BAB IV)
6 - Bab4 - Analisa dan Hasil Penelitian.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text (BAB V)
7 - Bab5 - Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (76kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9 - Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (758kB)

Abstract

Jaringan selular generasi baru 5G diklaim akan mempunyai kecepatan akses 20 kali lebih cepat dari jaringan selular 4G pada saat ini. Untuk mengantisipasi kebutuhan frekuensi, maka pada World Radio Communication 2015 (WRC-2015) komunitas International Mobile Telecommunication Advanced (IMT-Advanced) telah meminta kepada International Telecommunication Union (ITU) untuk menambah alokasi frekuensi 3600-4200MHz untuk IMT. frekuensi ini adalah frekuensi Extended-C-Band dan C-Band yang saat ini digunakan oleh Fixed Satellite Services (FSS) sebagai frekuensi Downlink (Space-to-earth). Sementara itu komunitas industri telekomunikasi satelit menentang identifikasi ini karena frekuensi Extended-C-Band dan C-Band ini masih sangat penting bagi industri satelit untuk menopang telekomunikasi satelit terutama pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi. Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Direktorat Jenderal SDPPI Kementrian Kominfo sebagai regulator telekomunikasi Indonesia memutuskan untuk tidak mengidentifikasi frekuensi ini sebagai frekuensi IMT. Penelitian ini digunakan untuk meneliti keputusan Pemerintah dengan REGULATORY IMPACT ANALYSIS (RIA) atau dikenal sebagai Analisa Dampak Implementasi Undang-Undang.

Item Type: Thesis (S2)
Call Number CD: CDT/MTEL/2017/001
Call Number: 54/MTEL/2017/001
NIM: 55414120040
Uncontrolled Keywords: FSS, IMT, Satellite, dan Regulatory Impact Analysis, 5G, satellite, C-Band, Regulatory Impact Analysis
Subjects: 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 621 Applied Physics/Fisika terapan > 621.3 Electrical Engineering, Lighting, Superconductivity, Magnetic Engineering, Applied Optics, Paraphotic Technology, Electronics Communications Engineering, Computers/Teknik Elektro, Pencahayaan, Superkonduktivitas, Teknik Magnetik, Optik Terapan, Tekn
Divisions: Pascasarjana > Magister Teknik Elektro
Depositing User: Rokhyudi
Date Deposited: 22 Jan 2018 08:43
Last Modified: 22 Jan 2018 08:43
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/40324

Actions (login required)

View Item View Item