Anggraeni, Martha Putri (2026) ANALISIS PRAKTIK KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM ASPEK KETERBUKAAN DAN RESPONSIVITAS ANTARA MANAJEMEN DAN GURU DI KINDERGARTEN EDELWEISS SCHOOL. S2 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta - Menteng.
|
Text (COVER)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 01 COVER - Martha Putri Anggraeni.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (BAB 1)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 02 BAB 1 - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
|
|
Text (BAB 2)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 03 BAB 2 - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (332kB) |
|
|
Text (BAB 3)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 04 BAB 3 - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (291kB) |
|
|
Text (BAB 4)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 05 BAB 4 - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (415kB) |
|
|
Text (BAB 5)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 06 BAB 5 - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (203kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 08 DAFTAR PUSTAKA - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (139kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
55224110012 - MARTHA PUTRI - 09 LAMPIRAN - Martha Putri Anggraeni.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas praktik komunikasi organisasi antara kepala sekolah dan guru di Kindergarten Edelweiss School, khususnya pada aspek keterbukaan dan responsivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik komunikasi organisasi antara kepala sekolah dan guru, menganalisis keterbukaan dan responsivitas dalam proses komunikasi, serta mengidentifikasi kecenderungan arah komunikasi yang terbentuk berdasarkan konteks dan kewenangan dalam organisasi. Keterbukaan dalam penelitian ini berkaitan dengan ruang bagi guru untuk menyampaikan pertanyaan, pendapat, masukan, dan persoalan, sedangkan responsivitas berkaitan dengan proses setelah hal tersebut disampaikan, mulai dari penerimaan hingga tindak lanjut. Penelitian menggunakan paradigma post-positivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan satu kepala sekolah dan tiga guru serta analisis dokumen internal sekolah. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara kepala sekolah dan guru berlangsung melalui saluran formal dan informal untuk penyampaian informasi, koordinasi, klarifikasi, serta penyampaian masukan dan persoalan kerja. Keterbukaan terlihat dari tersedianya ruang bagi guru untuk bertanya, menyampaikan pendapat, memberikan masukan, dan mengemukakan persoalan, meskipun masukan tersebut tidak selalu diakomodasi menjadi keputusan. Responsivitas terlihat melalui proses setelah masukan atau persoalan disampaikan, mulai dari penerimaan, pemberian tanggapan, pertimbangan, koordinasi, hingga tindak lanjut. Proses tersebut tidak selalu berlangsung dalam waktu dan menghasilkan penyelesaian yang sama karena berkaitan dengan jenis persoalan, tingkat urgensi, kewenangan, dan kebutuhan koordinasi. Data dokumen turut menunjukkan adanya ketentuan mengenai ruang penyampaian aspirasi dan penanganan persoalan pegawai, sekaligus adanya keputusan tertentu yang mengikuti kewenangan organisasi. Penelitian ini menemukan bahwa arah komunikasi antara kepala sekolah dan guru bersifat kontekstual. Komunikasi cenderung berlangsung secara dua arah pada koordinasi dan persoalan kerja sehari-hari, sedangkan pada kebijakan atau keputusan yang telah ditetapkan, komunikasi lebih dominan satu arah meskipun ruang untuk memberikan tanggapan atau memperoleh penjelasan tetap tersedia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterbukaan dan responsivitas saling berkaitan dalam praktik komunikasi antara kepala sekolah dan guru. Keterbukaan menyediakan ruang bagi guru untuk menyampaikan pandangan dan persoalan, sedangkan responsivitas menunjukkan proses yang berlangsung setelah ruang tersebut digunakan. Hubungan kedua aspek tersebut berjalan bersama dengan struktur kewenangan sehingga arah komunikasi tidak bersifat tetap, tetapi dapat berbeda sesuai dengan konteks persoalan dan kewenangan yang terlibat. Berdasarkan temuan tersebut, sekolah disarankan untuk mempertahankan ruang komunikasi yang telah tersedia, memperkuat kejelasan penyampaian informasi, memberikan informasi mengenai perkembangan tindak lanjut terhadap persoalan yang membutuhkan waktu atau koordinasi, serta memperjelas ruang bagi guru untuk memberikan masukan pada kebijakan atau keputusan tertentu. Secara akademis, penelitian selanjutnya dapat mengkaji keterbukaan dan responsivitas pada konteks organisasi pendidikan yang berbeda serta menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk menguji aspek responsivitas secara lebih terukur. Kata kunci: Komunikasi Organisasi, Keterbukaan Komunikasi, Responsivitas, Pola Komunikasi, Kepala Sekolah dan Guru.
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| NIM/NIDN Creators: | 55224110012 |
| Uncontrolled Keywords: | Komunikasi Organisasi, Keterbukaan Komunikasi, Responsivitas, Pola Komunikasi, Kepala Sekolah dan Guru. |
| Subjects: | 300 Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 300. Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 302 Social Interaction, Interpersonal Relations/Interaksi Sosial, Hubungan Antarpersonal |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Komunikasi |
| Depositing User: | NAJHWA LAILI SYAFAQOH |
| Date Deposited: | 03 Oct 2026 02:53 |
| Last Modified: | 03 Oct 2026 02:53 |
| URI: | http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/104240 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
