Silaen, Pahotan D.P. (2026) INTEGRASI STANDAR KESELAMATAN IAEA DAN PERATURAN BAPETEN UNTUK KESELAMATAN OPERASIONAL PLTN MOLTEN SALT REACTOR (MSR) DI INDONESIA. S2 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta- Menteng.
|
Text (COVER)
55324110001-Pahotan DP Silaen-01 Cover - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Download (579kB) |
|
|
Text (BAB 1)
55324110001-Pahotan DP Silaen-02 Bab 1 - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (234kB) |
|
|
Text (BAB 2)
55324110001-Pahotan DP Silaen-03 Bab 2 - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (367kB) |
|
|
Text (BAB 3)
55324110001-Pahotan DP Silaen-04 Bab 3 - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (215kB) |
|
|
Text (BAB 4)
55324110001-Pahotan DP Silaen-05 Bab 4 - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (603kB) |
|
|
Text (BAB 5)
55324110001-Pahotan DP Silaen-06 Bab 5 - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (34kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
55324110001-Pahotan DP Silaen-08 Daftar Pustaka - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (160kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
55324110001-Pahotan DP Silaen-09 Lampiran - PAHOTAN D.P. SILAEN.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Pengembangan Molten Salt Reactor (MSR) sebagai salah satu teknologi reaktor Generasi IV menawarkan keunggulan keselamatan dan efisiensi dibandingkan reaktor berbasis air. Namun, karakteristik operasional MSR yang melibatkan bahan bakar garam cair, sistem keselamatan pasif, dan produk samping radioaktif memerlukan penguatan sistem manajemen yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam regulasi nasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi gap teknologi operasional MSR berdasarkan IAEA Safety Reports Series (SRS) No. 123, memetakannya terhadap elemen Sistem Manajemen Terintegrasi dalam PerBAPETEN Nomor 6 Tahun 2023, serta menentukan prioritas risiko dan usulan mitigasinya menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif yang dipadukan dengan analisis semi-kuantitatif. Identifikasi gap dilakukan melalui compliance mapping antara persyaratan keselamatan operasional MSR dan ketentuan sistem manajemen yang berlaku, kemudian dilanjutkan dengan penilaian risiko berbasis expert judgment oleh empat pakar melalui dua putaran FMEA. Hasil penelitian mengidentifikasi sepuluh gap utama keselamatan operasional MSR. Hasil FMEA Putaran I menunjukkan delapan gap berada pada kategori kritis dan dua gap berada pada kategori tinggi. Setelah penerapan usulan mitigasi dan penilaian ulang pada Putaran II, seluruh gap mengalami penurunan tingkat risiko, dengan enam gap berada pada kategori rendah dan empat gap berada pada kategori sedang. Nilai Risk Priority Number (RPN) mengalami penurunan sebesar 75,56% hingga 91,48%. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian menghasilkan kerangka penguatan sistem manajemen keselamatan operasional MSR yang mengintegrasikan kebutuhan pengendalian teknis khas MSR ke dalam elemen sistem manajemen keselamatan. Kata kunci: Molten Salt Reactor (MSR), sistem manajemen keselamatan, IAEA SRS No. 123, PerBAPETEN Nomor 6 Tahun 2023, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA).
| Item Type: | Thesis (S2) |
|---|---|
| NIM/NIDN Creators: | 55324110001 |
| Uncontrolled Keywords: | Molten Salt Reactor (MSR), sistem manajemen keselamatan, IAEA SRS No. 123, PerBAPETEN Nomor 6 Tahun 2023, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). |
| Subjects: | 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Teknik Industri |
| Depositing User: | RAIHAN GUSRI HIDAYAT |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 02:51 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 02:51 |
| URI: | http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/103837 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
