GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI PERTAMA YANG DI POLIGAMI (Studi Pernikahan di Bawah 10 tahun)

RAHMAWATI, YANISSYA (2026) GAMBARAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI PERTAMA YANG DI POLIGAMI (Studi Pernikahan di Bawah 10 tahun). S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
01 Cover.pdf

Download (673kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
02 Bab 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)
[img] Text (BAB II)
03 Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (351kB)
[img] Text (BAB III)
04 Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB)
[img] Text (BAB IV)
05 Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (799kB)
[img] Text (BAB V)
06 Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (301kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (307kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
08 Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

This study aims to describe marital satisfaction among first wives in polygamous marriages in the context of marriages under 10 years, as well as to identify factors influencing changes in relationship quality after polygamy. The study uses a phenomenological qualitative approach with four first-wife subjects who have been married for less than 10 years. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed based on aspects of communication, commitment, emotional closeness, role distribution, and economic conditions. Research results indicate that relationships in previous marriages were perceived as relatively stable, with established communication patterns and expectations of long-term togetherness. However, after polygamy occurred, all subjects experienced changes in marital satisfaction, marked by decreased emotional intimacy, communication becoming more functional, reduced trust, and a shift in the meaning of commitment. Factors contributing to decreased satisfaction include a lack of transparency from the husband, changes in the allocation of time and attention, imbalance in domestic roles, and changes in economic stability due to the presence of a second family. Emotionally, all four subjects experienced phases of shock, anger, and disappointment before entering the adaptation stage. Religious values and social support were the main reinforcing factors for NV, FT, and YT in maintaining their relationships, while the presence of children was the dominant reason for all subjects to stay in the marriage. This study indicates that polygamy in marriages of less than 10 years has the potential to disrupt previously established relationship stability, thus psychological readiness, transparency, relational fairness, and psychosocial support are needed to minimize changes in marital quality and long-term emotional impact. Keywords: marital satisfaction, polygamy, first wife, marriage under 10 years, family psychology Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepuasan pernikahan pada istri pertama yang dipoligami dalam konteks usia pernikahan di bawah 10 tahun, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kualitas relasi setelah poligami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi terhadap empat subjek istri pertama yang menjalani pernikahan kurang dari 10 tahun. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis berdasarkan aspek komunikasi, komitmen, kedekatan emosional, pembagian peran, dan kondisi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan dalam pernikahan sebelumnya dipersepsikan relatif stabil, dengan pola komunikasi yang telah terbentuk, adanya harapan kebersamaan jangka panjang. Namun, setelah poligami terjadi, seluruh subjek mengalami perubahan kepuasan pernikahan yang ditandai dengan berkurangnya keintiman emosional, komunikasi yang menjadi lebih fungsional, berkurangnya rasa percaya, serta pergeseran makna komitmen. Faktor penurunan kepuasan meliputi kurangnya transparansi suami, perubahan alokasi waktu dan perhatian, ketimpangan peran domestik, serta perubahan stabilitas ekonomi akibat hadirnya keluarga kedua. Secara emosional, keempat subjek mengalami fase shock, marah, dan kecewa sebelum memasuki tahap adaptasi. Nilai agama dan dukungan sosial menjadi faktor penguat utama bagi NV, FT, dan YT dalam mempertahankan hubungan, sementara keberadaan anak menjadi alasan dominan bagi seluruh subjek untuk tetap bertahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa poligami pada fase pernikahan yang dibawah 10 tahun berpotensi mengganggu stabilitas relasi yang sebelumnya terbentuk, sehingga diperlukan kesiapan psikologis, transparansi, keadilan relasional, dan dukungan psikososial untuk meminimalkan terjadinya perubahan kualitas pernikahan dan dampak emosional jangka panjang. Kata Kunci: kepuasan pernikahan, poligami, istri pertama, pernikahan di bawah 10 tahun, psikologi keluarga

Item Type: Thesis (S1)
NIM/NIDN Creators: 46121120021
Uncontrolled Keywords: kepuasan pernikahan, poligami, istri pertama, pernikahan di bawah 10 tahun, psikologi keluarga
Subjects: 100 Philosophy and Psychology/Filsafat dan Psikologi > 150 Psychology/Psikologi > 152 Sensory Perception, Movement, Emotions, Physiological Drives/Psikologi Fisiologis > 152.5 Psychological urges/Dorongan psikologis
100 Philosophy and Psychology/Filsafat dan Psikologi > 150 Psychology/Psikologi > 153 Conscious Mental Process and Intelligence/Intelegensia, Kecerdasan Proses Intelektual dan Mental > 153.6 Communication Psychology/Psikologi Komunikasi
300 Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 300. Social Science/Ilmu-ilmu Sosial > 306 Culture and Institutions/Kultur, Ilmu Budaya, Kebudayaan dan Lembaga-lembaga, Institusi > 306.8 Marriage and Family/Pernikahan dan Keluarga
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: khalimah
Date Deposited: 26 Mar 2026 08:03
Last Modified: 26 Mar 2026 08:03
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/101698

Actions (login required)

View Item View Item