HARTONO, ARYA POETRA (2026) STUDI PERILAKU KENAIKAN MUKA AIR TANAH TERHADAP GAYA UPLIFT DAN KEGAGALAN PONDASI PADA SALAH SATU BANGUNAN INDUSTRI DI KAWASAN KARAWANG. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
Cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (95kB) |
||
|
Text (BAB II)
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (840kB) |
||
|
Text (BAB III)
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) |
||
|
Text (BAB IV)
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
||
|
Text (BAB V)
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (79kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (22kB) |
||
|
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (44kB) |
Abstract
Pile foundations are critical structural elements that transfer building loads to deeper, more stable soil layers; however, they are not immune to failure, one of which may result from uplift forces. Uplift refers to an excessive upward pressure within the soil that can significantly reduce the vertical bearing capacity of piles. This study specifically analyzes a case of pile foundation bearing capacity failure that occurred in an industrial facility located in the Karawang area. The main objective of this research is to comprehensively identify the causes and mechanisms behind the failure, particularly those associated with excessive uplift forces that exceed the design threshold. The research methodology adopts a case study approach, involving a series of activities including the collection of relevant field data, detailed analysis of available geotechnical and structural data, and a thorough evaluation of the actual conditions of the damaged foundation. The analysis results indicate that the pile foundation failure was primarily caused by a combination of two main factors. First, an excessive uplift force that surpassed the pile’s uplift capacity. Second, an uneven and unsafe distribution of tensile forces along the main reinforcement bars, which was evidenced by the observed rupture of the steel reinforcement. Based on these findings, the study proposes several corrective and mitigation measures. It is recommended to improve the structural connection between the slab and the pile foundation by upgrading the pile cap’s quality and performing proper recasting. Additionally, to effectively reduce the uplift force, it is advised to construct a gap beneath the floor slab combined with the installation of bondex material. The outcomes and recommendations of this research are expected not only to enhance the understanding of the uplift phenomenon in pile foundations but also to serve as a practical reference for preventing and addressing similar issues in future construction projects. Keywords: Bearing Capacity, Pile Foundation, Uplift, Structural Failure, Foundation. Pondasi tiang pancang adalah komponen krusial dalam menopang struktur bangunan, namun tidak luput dari potensi kegagalan, salah satunya adalah akibat gaya uplift. Gaya uplift merupakan tekanan angkat tanah yang berlebihan dan dapat secara signifikan mengurangi kapasitas daya dukung vertikal tiang. Penelitian ini secara spesifik menganalisis kasus kegagalan daya dukung tiang pancang yang terjadi di fasilitas Gedung pada salah satu bangunan industri di kawasan karawang. Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi secara komprehensif penyebab dan mekanisme di balik kegagalan tersebut, khususnya yang berkaitan dengan pengaruh gaya Uplift yang melampaui ambang batas desain. Metodologi penelitian ini mengadopsi pendekatan studi kasus, yang melibatkan serangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan data lapangan yang relevan, analisis mendalam terhadap data geoteknik dan struktural yang tersedia, hingga evaluasi menyeluruh terhadap kondisi aktual pondasi yang mengalami kerusakan. Hasil analisis yang diperoleh mengindikasikan bahwa kegagalan daya dukung tiang pancang di lokasi penelitian disebabkan oleh kombinasi dua faktor utama. Pertama, adanya gaya uplift yang berlebihan yang melampaui kapasitas tarik tiang pancang. Kedua, ditemukan adanya distribusi gaya tarik yang tidak merata dan tidak aman pada tulangan utama tiang pancang, yang secara konkret terbukti dengan putusnya tulangan tersebut. Dari temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan serangkaian langkah perbaikan dan mitigasi. Disarankan untuk memperbaiki hubungan konstruksi antara slab dan tiang pancang, dengan menggunakan pilecap yang ditingkatkan mutunya dan dicor ulang secara proper. Selain itu, untuk mereduksi gaya Uplift secara maksimal, direkomendasikan pembuatan gap di bawah plat lantai yang disertai dengan pemasangan bondex. Hasil dan rekomendasi dari penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai fenomena Uplift pada tiang pancang, tetapi juga dapat menjadi acuan praktis dalam upaya pencegahan dan penanganan masalah serupa pada proyek-proyek konstruksi di masa mendatang. Kata Kunci: Daya Dukung, Tiang Pancang, Uplift, Kegagalan Struktural, Pondasi.
| Item Type: | Thesis (S1) |
|---|---|
| NIM/NIDN Creators: | 41122110084 |
| Uncontrolled Keywords: | Daya Dukung, Tiang Pancang, Uplift, Kegagalan Struktural, Pondasi. |
| Subjects: | 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 624 Civil Engineering/Teknik Sipil 700 Arts/Seni, Seni Rupa, Kesenian > 720 Architecture/Arsitektur > 721 Architectural Structure/Struktur Arsitektur > 721.1 Foundations/Pondasi 700 Arts/Seni, Seni Rupa, Kesenian > 720 Architecture/Arsitektur > 725 Public Structures Architecture/Arsitektur Struktur Umum > 725.4 Industrial Buildings/Bangunan Industri |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil |
| Depositing User: | khalimah |
| Date Deposited: | 12 Mar 2026 01:55 |
| Last Modified: | 12 Mar 2026 01:55 |
| URI: | http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/101553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
