AMAL, ICHLASUL (2025) RANCANG BANGUN INJEKTOR ARUS PRIMER UNTUK PENGUJIAN TRIP UNIT CIRCUIT BREAKER BERTIPE TERMIS. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01. Cover.pdf Download (333kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
02. BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (219kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
03. BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
04. BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (782kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
05. BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
06. BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (210kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07. DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
08. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (183kB) |
Abstract
In the electrical distribution panel manufacturing company where theauthor works, a primary current injector using conventional tools is used fortesting the circuit breakers of the built panels. This equipment consists of avoltage regulator that is manually operated by turning until the test value isreached, unstable output, and the absence of a trip time meter for the thermal protection of the circuit breaker. This makes it impossible to ensure the validity of the circuit breaker testing when compared to the manufacturer's tripping curve. Therefore, there is a method that can be used to determine how accuratelya circuit breaker works by passing a strong electric current connected betweenthe input and output of the circuit breaker. In the high current injection devicethat passes through the circuit breaker, it will simulate overcurrent and short circuit conditions by creating a closed circuit condition on a transformer. Theway the device works is that the setpoint variable will be set to its value, then start, and the current will ramp up to the setpoint value. Once it reaches the setpoint value, the ramping current will stop and stabilize at the setpoint value. When thetest current is reached, it will activate the timer to start counting the circuit breaker trip time. When the circuit breaker trips, the output current will turn off and the timer will stop counting. After that, the tester can take data from the test that has been carried out to ensure whether the trip curve provided by themanufacturer matches the test that was conducted. The test data results comparing the primary current injector device andthe trip curve provided by the manufacturer have proven to ensure the thermal time of the Circuit Breaker to trip at the curve set by the Circuit Breakermanufacturer. It is observed in the DPX3 160 In 63A sample that there is asignificant time difference between the trip curve and the actual test. In the CVS160B In 88A sample, the trip curve and the actual test are still within the rangeprovided by the manufacturer. Lastly, in the MCB C60H-DC In 20A test, it isobserved that at 150% Overload, it is still within the trip curve range provided bythe manufacturer, and at 200% Overload, the MCB C60H-DC In 20A is also still within the provided curve range. Keywords: Injector, Primary Injector, Primary Current Injection, Circuit Breaker Pada perusahaan pembuat panel distribusi listrik tempat penulis bekerjamenggunakan injektor arus primer yang menggunakan alat alat konvensional dalam pengujian pemutus sirkuit panel yang dibangun. Alat ini terdiri dari voltageregulator yang dioperasikan secara memutar manual hingga tercapai nilai uji, keluaran yang tidak stabil, dan tidak adanya pengukur waktu trip dari proteksi termis pemutus sirkuit. Hal ini membuat pengujian dari pemutus sirkuit tidakdapat dipastikan keabsahannya jika dibandingkan dengan kurva produsen pemutussirkuit. Oleh dari itu terdapat metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa akurat suatu pemutus sirkuit bekerja dengan mengalirkan arus listrikkuat yang dihubungkan antara masukan dan keluaran dari pemutus sirkuit tersebut. Pada alat injeksi arus tinggi yang melewati pemutus sirkuit akan mensimulasikankeadaan gangguan arus lebih dan hubung singkat, dengan membuat kondisi rangkaian tertutup pada sebuah transformator. Cara kerja alat adalah denganvariabel setpoint akan diatur nilainya, kemudian start, maka arus akan rampingnaik menuju nilai setpoint. Setelah tercapai di nilai setpoint maka arus rampingakan stop dan stabil di nilai set pointnya. Saat arus uji tercapai maka akanmengaktifkan timer untuk mulai menghitung waktu trip pemutus sirkuit. Saat pemutus sirkuit trip, arus output akan off dan timer akan stop menghitung waktu. Setelah itu penguji dapat mengambil data dari pengujian yang telah dilakukanuntuk memastikan kurva trip yang diberikan pabrikan apakah telah sesuai denganpengujian yang dilakukan. Didapatkan hasil data pengujian perbandingan alat injektor arus primer dan kurva trip yang diberikan pabrikan terbukti dapat memastikan waktu termisdari Circuit Breaker untuk trip di kurva yang telah ditetapkan produsen Circuit Breaker. Terlihat pada sampel DPX3 160 In 63A, bahwa kurva trip dan aktual pengujian terdapat selisih waktu yang lumayan jauh, lalu pada sampel CVS 160BIn 88A kurva trip dan aktual pengujian masih masuk kedalamrange yangdiberikan pabrikan, dan yang terakhir pada pengujian MCB C60H-DC In 20Aterlihat pada pengujian 150% Overload masih didalam range kurva trip yangdiberikan pabrikan, lalu pada 200% Overload MCB C60H-DC In 20A juga masihdidalam range dari kurva yang telah diberikan. Kata kunci : Injektor, Injektor Primer, Injeksi arus Primer, Circuit Breaker.
Actions (login required)
![]() |
View Item |