NURRACHMAN, ATTHARIQ (2025) ANALISIS RESPON FREKUENSI SISTEM TENAGA LISTRIK PADA KONDISI TRANSIEN MENGGUNAKAN METODE LOAD SHEDDING. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 COVER.pdf Download (422kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
02 BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (169kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
03 BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (464kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
04 BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (403kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
05 BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (658kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
06 BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (149kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (259kB) |
Abstract
Power plants are part of the electric power system which plays a crucial role. This is because power plants play a role in generating electricity which will later be used by electricity consumers. In Indonesia, most of the types of power plants used are steam power plants (PLTU) with coal fuel. PLTU uses water vapor to rotate steam turbines connected to generators to generate electricity. Currently, it has spread everywhere coal-fired power plants, both state-owned and private, to their own ownership to supply their own burden (captive). Such as the company PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang Mill which has a coal-fired power plant for its own use. The production wheel runs without knowing the time of up to 24 hours per week, indirectly the captive PLTU owned by PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang Mill must operate reliably. In the production process, it also involves equipment that must not die in unplanned conditions (trip), in order to prevent damage to production materials whose loss value will be very large if it occurs. Transient disturbances that appear in the electric power system have various impacts, one of which is a disturbance that causes the system frequency to drop (Underfrequency). This disturbance occurs when the power supply from the integrated generating unit is suddenly lost, causing the other units to bear a very large load so that the generator speed drops until the system frequency decreases. To be able to restore the system frequency to normal conditions, one technique that can be used is Load Shedding with Under Frequency Relay (UFR). Its application is carried out by adjusting the parameters of the UFR as done in this study by fixing the UFR parameter settings in each scenario 1, 2, and 3. So that the final system frequency values are obtained successively down for scenarios 1, 2, and 3, namely, 49.9 Hz, 49.9 Hz, and 50.05 Hz. Keywords: Transient, Frequency, Underfrequency, Stability, Generator Pembangkit listrik merupakan suatu bagian dari sistem tenaga listrik yang berperan cukup krusial. Hal ini dikarenakan pembangkit listrik berperan untuk membangkitkan listrik yang nantinya akan dimanfaatkan oleh konsumen – konsumen listrik. Di Indonesia saat ini sebagian besar jenis pembangkit listrik yang digunakan yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan bahan bakar batubara. PLTU memanfaatkan uap air untuk memutar turbin uap yang terhubung dengan generator sehingga menghasilkan listrik. Saat ini sudah tersebar dimana – mana PLTU baik itu punya negara maupun swasta, hingga kepemilikan sendiri untuk menyuplai beban sendiri (captive). Seperti perusahaan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang Mill yang memiliki PLTU untuk pemakaian sendiri. Berjalannya roda produksi yang tanpa kenal waktu hingga 24 jam perminggu, secara tidak langsung PLTU captive milik PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang Mill haru beroperasi secara andal. Didalam proses produksi juga, melibatkan peralatan – peralatan yang tidak boleh mati dalam kondisi tidak terencana (trip), agar mencegah kerusakan pada bahan produksi yang nilai kerugiannya akan sangat besar apabila terjadi. Gangguan transien yang muncul pada sistem tenaga listrik memiliki berbagai macam dampak yang ditimbulkan, salah satu nya gangguan yang menyebabkan frekuensi sistem turun (Underfrequency). Gangguan ini terjadi ketika suplai daya listrik dari unit pembangkit yang terintegrasi secara tiba – tiba hilang salah satu dan menyebabkan unit – unit lain memikul beban yang sangat besar sehingga kecepatan generator turun hingga frekuensi sistem menurun. Untuk dapat mengembalikan frekuensi sistem kepada keadaan normal, salah satu teknik yang bisa digunakan yaitu Load Shedding dengan Under Frequency Relay (UFR). Penerapannya dilakukan dengan mengatur parameter – parameter dari UFR seperti yang dilakukan pada penelitian ini dengan memberbaiki setting parameter UFR pada setiap skenario 1, 2, dan 3. Sehingga diperoleh nilai frekuensi akhri sistem secara berturut – turut untuk skenario 1, 2, dan 3 yaitu, 49,9 Hz, 49,9 Hz, dan 50,05 Hz. Kata Kunci: Transien, Frekuensi, Underfrequency, Kestabilan, Generator
Actions (login required)
![]() |
View Item |