HAPSARI, FEBINA NABILA (2025) HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA WARGA BINAAN DALAM MENJALANI MASA HUKUMAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA TANGERANG. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 COVER.pdf Download (564kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (44kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (106kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (31kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (102kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (314kB) |
Abstract
The incarceration period in correctional facilities is a stressful phase that can impact inmates' psychological well-being. Loss of freedom, limited facilities, and minimal social interaction are factors that may trigger stress and decrease life satisfaction. This study aims to analyze the relationship between stress and life satisfaction among inmates at Class IIA Correctional Facility in Tangerang. The study involved 310 inmates selected using the accidental sampling technique. Stress was measured using the stress subscale of the Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) by Lovibond and Lovibond (1995), while life satisfaction was assessed using the Satisfaction with Life Scale (SWLS) by Diener et al. (1985). Spearman’s correlation test results showed that stress had a significant negative relationship with life satisfaction (r = -0.187, p = 0.001). The higher the level of stress experienced by inmates, the lower their life satisfaction. The majority of inmates exhibited moderate (45.5%) to high (41%) levels of stress and low life satisfaction (46.8%). Further analysis revealed that factors such as age and length of incarceration did not significantly impact stress and life satisfaction levels. These findings emphasize the importance of stress management strategies to improve the psychological well-being of inmates. Keywords : Stress, Life Satisfaction, Inmates, DASS-21, SWLS Masa menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan merupakan fase yang penuh tekanan dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologis bagi warga binaan. Kehilangan kebebasan, keterbatasan fasilitas, serta minimnya interaksi sosial menjadi faktor yang dapat memicu stres dan menurunkan kepuasan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stres dengan kepuasan hidup pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tangerang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 310 warga binaan yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Stres diukur menggunakan subskala stres dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) oleh Lovibond dan Lovibond (1995), sementara kepuasan hidup diukur menggunakan Satisfaction with Life Scale (SWLS) oleh Diener dkk. (1985). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa stres memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kepuasan hidup. Semakin tinggi tingkat stres yang dialami warga binaan, semakin rendah kepuasan hidup mereka. Mayoritas warga binaan memiliki tingkat stres sedang (45,5%) dan tinggi (41%), serta kepuasan hidup yang rendah (46,8%). Analisis lanjutin menunjukkan bahwa faktor usia dan lama masa hukuman tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat stres dan kepuasan hidup. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan stres untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis warga binaan. Kata Kunci : Stres, Kepuasan Hidup, Warga Binaan, DASS-21, SWLS
Actions (login required)
![]() |
View Item |