WIDJAYA, ALOYSIUS ANGGA (2025) ANALISIS KOORDINASI PROTEKSI RELAI ARUS LEBIH PADA BAY TRAFO 1 GARDU INDUK 150 Kv JATIBARANG MENGGUNAKAN ETAP 12.6.0. S1 thesis, UNIVERSITAS MERCU BUANA - BUNCIT.
|
Text (COVER)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 01 Cover.pdf Download (1MB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB 1)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (145kB) |
|
![]() |
Text (BAB 2)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (BAB 3)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (BAB 4)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (BAB 5)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 07 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (145kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
41423110091 - Aloysius Angga Widjaya - 08 Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (209kB) |
Abstract
Transformator daya sebagai salah satu material transmisi utama yang memiliki kebermanfaatan sangat tinggi, tentunya tidak bisa lepas dari gangguan khususnya arus lebih. Akibat daripada itu, maka pasokan energi listrik kepada pelanggan sangat berpotensi padam sehingga menyebabkan kerugian bagi semua pihak. Untuk meminimalisir gangguan tersebut salah satu caranya yaitu dengan menggunakan alat proteksi relai arus lebih. Relai arus lebih memainkan peran penting dalam operasi perlindungan sistem penyaluran energi listrik yaitu mendeteksi adanya arus yang menguat melebihi arus setting. Pada penelitian ini, digunakan pemodelan menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6.0 sebagai media simulasi. Dengan menggunakan karakteristik Standard Inverse, relai arus lebih yang menjadi objek yaitu sisi 150 kV, sisi 20 kV Incoming, dan sisi penyulang 20 kV. Hasil akhir menunjukkan bahwa kalkulasi nilai arus hubung singkat di busbar 150 kV sisi tegangan tinggi, berturut- turut dari hubung singkat 3 fasa 2 fasa dan 1 fasa adalah 1652,76 A, 1424,9 A, dan 1011,13 A, kemudian pada sisi busbar 20 kV tegangan menengah nilai hubung singkat berturut- turut dari hubung singkat 3 fasa 2 fasa dan 1 fasa adalah 14280,75 A, 12366,84 A, dan 8573,65 A. Selanjutnya nilai TMS proteksi relai arus lebih sisi tegangan tinggi 150 kV yaitu 0,36 s, sedangkan nilai TMS proteksi relai arus lebih sisi tegangan menengah 20 kV incoming yaitu 0,25 s. Perihal koordinasi antar relai arus lebih sudah sesuai dengan standar PLN UIT JBT, yaitu dengan deviasi perbedaan waktu ≤ 500 ms. Untuk waktu koordinasi bekerja proteksi relai arus lebih sisi feeder adalah 544 ms, kemudian sisi incoming yakni 854 ms, dan pada sisi tegangan tinggi 150 kV yaitu 1305 ms. Maka dari itu, koordinasi setting proteksi relai arus lebih sisi tegangan tinggi 150 kV, sisi tegangan menengah 20 kV Incoming, dan sisi 20 kV feeder apabila di komparasikan dengan standar PLN UIT JBT, yaitu dengan deviasi perbedaan waktu ≤ 500 ms. Deviasi perbedaan waktu tersebut, antara sisi 20 kV feeder dengan sisi tegangan menengah 20 kV Incoming sebesar 310 ms, antara sisi tegangan menengah 20 kV Incoming 20 kV dengan sisi tegangan tinggi 150 kV sebesar 451 ms.
Actions (login required)
![]() |
View Item |