FARID, MIFTAHUL (2025) ANALISIS OPTIMALISASI JATUH TEGANGAN PADA GARDU DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE LOAD FLOW ETAP 21.0.1 GUNA MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN DI PT PLN (PERSERO). S1 thesis, UNIVERSITAS MERCU BUANA - BUNCIT.
|
Text (COVER)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 01 COVER.pdf Download (481kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB 1)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (159kB) |
|
![]() |
Text (BAB 2)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (536kB) |
|
![]() |
Text (BAB 3)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) |
|
![]() |
Text (BAB 4)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (730kB) |
|
![]() |
Text (BAB 5)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (110kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 07 DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (95kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
41423110082 - MIFTAHUL FARID - 08 LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only Download (3MB) |
Abstract
Saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan primer. Sebagai perusahaan listrik di Indonesia, PT PLN (Persero) dituntut untuk dapat melayani kebutuhan listrik pelanggan dengan kualitas terbaik. Salah satu indikator kualitas listrik adalah tegangan. Tegangan yang didistribusikan dari PLN ke pelanggan harus sesuai dengan standar yang berlaku. Sesuai T6.001 2013, perbedaan tegangan pelayanan tidak boleh lebih dari – 10% dan + 5% dari tegangan nominal sistem. Pada gardu distribusi CP191 tegangan ujung yang terukur adalah 197 V dengan presentase jatuh tegangan sebesar 14,7% dari tegangan nominal. Hal ini menyebabkan kerugian dari pelanggan yang disuplai dari gardu tersebut dan berpengaruh pada kinerja pelayanan PLN. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dari analisis hasil ukur dan perhitungan jatuh tegangan, ditemukan bahwa penyebab dari jatuh tegangan pada gardu CP191 dikarenakan panjang jaringan tegangan rendah (JTR) yang terlalu panjang. Sehingga dibutuhkan rekonfigurasi jaringan dengan mengalihkan sebagian jaringan ke gardu terdekat yaitu gardu CP272. Setelah dilakukan rekonfigurasi jaringan, tegangan ujung gardu CP191 mengalami perbaikan menjadi 213 V dengan presentase jatuh tegangan menjadi 8% sesuai standar yang berlaku. Sedangkan untuk gardu CP272 sebagai gardu penampung untuk rekonfigurasi jaringan, tegangan ujungnya semula 216 V berubah menjadi 210 V dan presentase jatuh tegangan yang semula 4,4% berubah menjadi 7,3%. Hasil tersebut menunjukan bahwa rekonfigurasi jaringan merupakan penanganan yang efektif untuk mengatasi jatuh tegangan pada gardu CP191.
Actions (login required)
![]() |
View Item |