SUHARMAN, ADITYA (2025) OPTIMALISASI PENGELOLAAN TANAMAN PADI DENGAN SISTEM IRIGASI TETES BERBASIS IOT. S1 thesis, UNIVERISTAS MERCU BUANA - BUNCIT.
|
Text (COVER)
41419310016 - Aditya Suharman - 01 Cover.pdf Download (609kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB 1)
41419310016 - Aditya Suharman - 02 BAB 1.pdf Restricted to Registered users only Download (186kB) |
|
![]() |
Text (BAB 2)
41419310016 - Aditya Suharman - 03 BAB 2.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) |
|
![]() |
Text (BAB 3)
41419310016 - Aditya Suharman - 04 BAB 3.pdf Restricted to Registered users only Download (746kB) |
|
![]() |
Text (BAB 4)
41419310016 - Aditya Suharman - 05 BAB 4.pdf Restricted to Registered users only Download (728kB) |
|
![]() |
Text (BAB 5)
41419310016 - Aditya Suharman - 06 BAB 5.pdf Restricted to Registered users only Download (132kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
41419310016 - Aditya Suharman - 07 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (195kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
41419310016 - Aditya Suharman - 08 Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (822kB) |
Abstract
Irigasi tetes diakui sebagai teknologi yang efesien untuk menghemat pengggunaan air dalam pertanian. Sistem ini diakui bukan hanya mengoptimalkan penggunaan air tetapi juga mengurangi emisi metana dan dampak negatif lainya pada lingkungan. Dalam penelitian ini, pengembangan sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT) menjadi solusi yang baik untuk meninkatkan efesiensi penggunaan air pada budidaya tanaman padi di Indonesia. Dalam penelitian ini menggunakan prototipe sistem irigasi tetes berbasis Internet of Things (IoT), menggunakan mikrokonrtoler ESP 32 untuk membaca input dari sensor kelembaban tanah dan sensor suhu DS18B20. Sistem ini mengontrol selenoid valve dari hasil pengolahan data sensor sesuai dengan kondisi tanah dan suhu pada lingkungan. Data yang di peroleh dikirim ke platform blynk melalui koneksi dari Wi-Fi untuk pemantauan secara langsung dan pengendalian melalui aplikasi android. Pada sistem irigasi tetes ini penyiraman otomatis diatur berdasarkan penggaturan ambang batas berdasarkan fase pertumbuhan pada padi yaitu vegetatif, generatif dan pemasakan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sistem iriasi tetes berbasis Internet of Things (IoT) ini berhasil menjaga kelembaban tanah sesuia dengan kebutuhan pada setiap fase pertumbuhan padi (vegetatif, generatif, dan pemasakan). Pada fase vegetatif sistem dapat mempertahankan kelembaban tanah rata – rata 80,2% dengan penggunaan air sekitar 3,359 liter selama 10 jam. Pada fase generatif dapat mempertahankan kelambaban rata – rata 76,4% dengan penggunaan air 0,457. Pada fase pemasakan memiliki kelembaban rata -rata 76% menujukan kelembaban yang cukup karena kondisi cuaca yang mendukung. Pada sensor suhu dengan error relatif sebesar 1,28%, dan debit air yang stabil pada drip emitter antara 2,52–2,56 L/jam. Sistem terbukti efesien dalam menghemat air dan menjaga kondisi optimal untuk tanaman padi.
Actions (login required)
![]() |
View Item |