ANALISIS PENGARUH KEANDALAN SISTEM AUTOMATIC METER READING (AMR) TERHADAP PROSES BILLING PELANGGAN PT ENERGI PELABUHAN INDONESIA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK

RAMDHAN, AGUS (2025) ANALISIS PENGARUH KEANDALAN SISTEM AUTOMATIC METER READING (AMR) TERHADAP PROSES BILLING PELANGGAN PT ENERGI PELABUHAN INDONESIA DI PELABUHAN TANJUNG PRIOK. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
01. COVER.pdf

Download (409kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
02. BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB)
[img] Text (BAB II)
03. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (283kB)
[img] Text (BAB III)
04. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img] Text (BAB IV)
05. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (601kB)
[img] Text (BAB V)
06. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (30kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
07. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
08. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB)

Abstract

In conducting its electricity distribution business, PT. Energi Pelabuhan Indonesia has implemented an automatic billing process for electricity consumption used by its customers through the AMR (Automatic Meter Reading) Lora system. This aims to simplify and accelerate the process of retrieving electricity consumption data for billing purposes and improve service quality for the company's customers. To ensure maximum results in the reliability level of the AMR Lora system, the company has issued a Surat Komitmen Pelayanan Pelanggan (SKPP) stipulating that the system's reliability value must exceed 90% of the total number of customers at Tanjung Priok Port. This requirement is also included in the company's Key Performance Indicators (KPI). The kWh meter is a measuring instrument used to measure the amount of kWh supplied to electricity consumers. The rotation speed of the disk in a manual kWh meter or the calculation speed in an electronic kWh meter corresponds to the magnitude of the electrical power flowing at that moment. If the power flow is high, the disk rotation or calculation in the kWh meter will move quickly; conversely, if the power flow is low, the speed decreases. The numerical reading on the kWh meter register represents the total electrical energy consumption supplied to the consumer over the measurement period. To facilitate remote readings and speed up the billing process, Automatic Meter Reading (AMR) is used. AMR utilizes its own signal network, namely LoRaWAN, which, when a LoRaWAN gateway is installed, creates an independent network. Automatic Meter Reading (AMR) is a system that centrally and automatically reads or retrieves measurement data from electronic meters (EM) remotely via specific communication media using specialized software equipped with data processing capabilities. In an effort to improve the reliability of the AMR (Automatic Meter Reading) system, special attention is required through regular inspections, maintenance, and repairs. Preventive maintenance measures, which involve preventing potential system disruptions before they occur, are also essential. These efforts have proven effective in enhancing the reliability of the AMR system for the billing process of PT. Energi Pelabuhan Indonesia's customers, achieving a 90% success rate in billing data readings in line with the company's target as stipulated in the Director's Surat Komitmen Pelayanan Pelanggan (SKPP). Keywords: electronic kWh meter, Automatic Meter Reading (AMR), LoRaWAN gateway Dalam menjalankan proses bisnis distribusi listrik PT. Energi Pelabuhan Indonesia mengambil langkah dalam penarikan otomatis proses billing konsumsi energi listrik yang digunakan pelanggan PT. Energi Pelabuhan Indonesia dengan menggunakan sistem AMR (Automatic Meter Reading) Lora, agar mempermudah dan mempercepat layanan terhadap penarikan data konsumsi energi listrik dalam proses billing, serta meningkatkan layanan mutu terhadap pelanggan PT. Energi Pelabuhan Indonesia, untuk memberikan hasil yang maksimal dalam tingkat keandalan sistem AMR Lora ini perusahaan mengeluarkan Surat Komitmen Pelayanan Pelanggan (SKPP) mengenai nilai keandalan sistem AMR ini harus berada di atas angka 90% dari jumlah total pelanggan PT. Energi Pelabuhan Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok dan masuk kedalam penilaian KPI (Key Performance Indicator). KWh meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur besar kWh yang disuplai kepada konsumen listrik. Kecepatan putaran piringan pada kWh meter manual atau kecepatan perhitungan digital pada kWh meter elektronik adalah sesuai dengan besar kecilnya daya listrik yang sedang mengalir pada saat itu. Apabila daya yang mengalir besar maka kecepatan piringan atau perhitungan pada kWh meter akan bergerak cepat, sebaliknya apabila daya yang mengalir kecil maka kecepatannya berkurang. Besar penunjukkan angka register pada kWh meter merupakan besarnya pemakaian energi listrik yang telah disuplai ke konsumen selama periode waktu pengukuran. Untuk mempermudah pembacaan jarak jauh dan mempercepat proses pelaksanaan billing yaitu menggunakan AMR (Automatic Meter Reading), AMR ini menggunakan jaringan sinyal sendiri yaitu jaringan LoRaWAN dengan memasang gateway LoRaWAN maka timbul jaringgan sendiri, AMR (Automatic Meter Reading) yaitu sistem pembacaan atau pengambilan data hasil pengukuran meter elektronik atau ME secara terpusat dan otomatis dari jarak jauh melalui media komunikasi tertentu menggunakan software tertentu yang dilengkapi dengan kemampuan untuk pengolahan data. Parameter yang dibaca pada umumnya terdiri dari pencatatan, pengukuran teringgi, pengukuran sesaat dan Load Profile. Parameterparameter tersebut sebelumnya didefinisikan terlebih dahulu di meter elektronik, agar meter dapat menyimpan datadata sesuai dengan yang diinginkan. Dalam upaya meningkatkan keandalan pada sistem AMR (Automatic Meter Reading) yaitu memerlukan perhatian khusus dengan cara dilakukannya pemeriksaan, perawatan dan perbaikan terhadap sistem AMR (Automatic Meter Reading) secara berkala atau dengan cara pemeliharaan preventif yaitu pencegahan sebelum terjadinya gangguan pada sistem AMR (Automatic Meter Reading), dengan upaya ini terbukti dalam meningkata keandalan sistem AMR (Automatic Meter Reading) terhadap proses billing pelanggan PT. Energi Pelabuhan Indonesia dalam keberhasilan pembacaan data billing yaitu diangka 90% sesuai dengan target perusahaan yang dituangkan dalam Surat Komitmen Pelayanan Pelanggan (SKPP). Kata Kunci: kWh meter elektronik, Automatic Meter Reading (AMR), Gateway LoRaWAN

Item Type: Thesis (S1)
Call Number CD: FT/ELK. 25 031
NIM/NIDN Creators: 41423110060
Uncontrolled Keywords: kWh meter elektronik, Automatic Meter Reading (AMR), Gateway LoRaWAN
Subjects: 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 627 Hydraulic Engineering/Rekayasa Hidrolik > 627.2 Harbour, Ports, Roadsteads Engineering/Teknik Pelabuhan, Pangkalan Laut
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 629 Other Branches of Engineering/Cabang Teknik Lainnya > 629.8 Automatic Control Engineering/Teknik Kontrol Otomatis
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: khalimah
Date Deposited: 12 Feb 2025 08:47
Last Modified: 12 Feb 2025 08:47
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/94163

Actions (login required)

View Item View Item