HERMAWAN, IRWAN (2025) ANALISIS PENGARUH KECEPATAN UDARA MASUK AWG TERHADAP VOLUME KONDENSAT, KINERJA SISTEM, DAN COP. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
01 Cover.pdf Download (496kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
02 Bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (159kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
03 Bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (561kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
04 Bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (734kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
05 Bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
06 Bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (88kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
07 Daftar Pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (157kB) |
|
![]() |
Text (LAMPIRAN)
08 Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (357kB) |
Abstract
Water is a crucial natural resource for human life. However, population growth and climate change are reducing its availability. Based on BAPPENAS projections, many regions in Indonesia will face a clean water crisis by 2045. One potential solution to address this issue is through Atmospheric Water Generator (AWG) technology, especially portable models utilizing Peltier cells for efficient operation in highhumidity areas. This study aims to design an effective portable AWG and test its performance under optimal temperature and humidity conditions. Experimental methods were used for data collection, and quantitative and qualitative methods were used for analysis. The water yield ranged from 5.1 ml to 13.9 ml, with the highest value of 13.9 ml recorded in experiment 6 (07:00-08:00) and the lowest value of 5.1 ml in experiment 1 (12:00-13:00). The COP values ranged from -0.79 to -0.85, with the highest COP of -0.79 observed in experiments 2 and 5 (06:00-07:00), and the lowest COP of -0.85 recorded in experiment 3 (13:00-14:00). System performance increased with higherspeeds: 0.119 ml/h/W at 1.2 m/s, 0.158-0.165 ml/h/W at 2.4 m/s, and 0.167- 0.168 ml/h/W at 3.6 m/s. Keyword: Water, Clean Water Crisis, Atmospheric Water Generator, Peltier Cell, Experimental Method, Water Condensation, COP Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Namun, pertumbuhan jumlah penduduk dan perubahan iklim mengurangi ketersediaannya. Berdasarkan proyeksi BAPPENAS, banyak wilayah di Indonesia akan menghadapi krisis air bersih pada tahun 2045. Salah satu solusi potensial untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan teknologi Atmospheric Water Generator (AWG), terutama model portable yang memanfaatkan sel Peltier untuk operasi yang efisien di daerah dengan kelembapan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang AWG yang portable yang efektif dan menguji kinerjanya di bawah kondisi suhu dan kelembapan yang optimal. Metode eksperimen digunakan untuk pengumpulan data, dan metode kuantitatif serta kualitatif digunakan untuk analisis. Variasi hasil air berkisar antara 5.1 ml hingga 13.9 ml, dengan nilai tertinggi 13.9 ml pada percobaan 6 (pukul 07.00-08.00) dan nilai terendah 5.1 ml pada percobaan 1 (pukul 12.00-13.00). Nilai COP tercatat antara -0.79 hingga -0.85, dengan COP tertinggi -0.79 pada percobaan 2 dan 5 (pukul 06.00-07.00), serta COP terendah -0.85 pada percobaan 3 (pukul 13.00-14.00). Kinerja sistem meningkat seiring kenaikan kecepatan: 0.119 ml/h/W pada 1.2 m/s, 0.158-0.165 ml/h/W pada 2.4 m/s, dan mencapai 0.167-0.168 ml/h/W pada 3.6 m/s. Kata Kunci: Air, krisis air bersih, atmospheric water generator, sel peltier, metode eksperimental, kondensasi air, COP
Actions (login required)
![]() |
View Item |