SUHERMAN, ROBI (2017) PEMBUATAN BATERAI SENG UDARA MENGGUNAKAN FOTO POLYMER TETRAHYDROFURFURYL ACRYLATE (THFA). S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (HAL COVER)
1. Hal Cover.pdf Download (883kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. Abstrak.pdf Download (124kB) | Preview |
|
Text (BAB I)
3. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (143kB) |
||
Text (BAB II)
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (746kB) |
||
Text (BAB III)
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (819kB) |
||
Text (BAB IV)
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (585kB) |
||
Text (BAB V)
7. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (104kB) |
||
Text (DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN)
8. Hal Daftar Pustaka dan Lampiran.pdf Restricted to Registered users only Download (541kB) |
Abstract
Meningkatnya permintaan energi listrik di Indonesia saat ini tidak seimbang dengan ketersediaan suplai energi listrik, krisis energi listrik sudah merupakan suatu yang tidak dapat dihindari. Ketersediaan energi yang berkelanjutan merupakan salah satu isu yang cukup penting di setiap negara, tidak terkecuali Indonesia. Maka diperlukan energi alternatif. Salah satu upaya sumber energi alternatif yang dapat dikembangkan adalah baterai seng udara. Pada penelitian ini baterai seng udara menggunakan poly tetrahydrofurfuryl acrylate (pTHFA) sebagai membran pada baterai. Penelitian ini bertujuan untuk mencari komposisi THFA dengan DMPP (fotoinisiator) sehingga bisa diaplikasikan dalam pembuatan baterai dengan menggunakan variasi rasio campuran 100:1, 100:2, 100:3, 100:4, dan 100:5. Metode yang digunakan yaitu dengan kajian dari efek fotoinisiator yaitu waktu pemolimeran, pengujian kelarutan, pengujian transition glass (Tg), pengujian struktur FTIR, dan pengukuran harga tegangan (V) dan arus (mA) selama 2 jam 30 menit. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pTHFA yang terbentuk berdasarkan data FTIR pada peak 2850-2960 jenis ikatan yang terbentuk CH, peak 1720-1740 C=O, peak 1593,7-1650 C=C, dan peak 1080-1300 CO. Berdasarkan pengujian transition glass (Tg) terlihat bahwa pada komposisi 100:1 adalah komposisi yang paling lembut karena ada sebagian yang belum terbentuk sehingga pada uji kelarutan pTHFA 100:1 paling banyak terlarut. Dan hasil penelitian baterai yang diperoleh tegangan (V) yang optimal adalah pada 30 menit pertama yaitu dengan rasio campuran 100:5 sebesar 1.22 V, sedangkan arus (mA) yang optimal adalah pada 30 menit ke dua yaitu sebesar 1.07 mA. Pada kosentrasi yang lebih rendah pTHFA cenderung lebih lambat untuk berubah menjadi fasa glass dan cenderung mempunyai daya kelarutan lebih tinggi serta memiliki sifat transition glass (Tg) yang lebih tinggi yaitu 81 %, sehingga terlihat bahwa jumlah kosentrasi dari fotoinisiator memperlihatkan pengaruh dalam menghasilkan tegangan (V) dan arus (mA).
Actions (login required)
View Item |