HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PENDERITA SKIZOFRENIA TERHADAP EKSPRESI EMOSI DARI KELUARGA DENGAN STRES PSIKOLOGIS YANG DIALAMI PENDERITA SKIZOFRENIA

MARULI, LEONART (2021) HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI PENDERITA SKIZOFRENIA TERHADAP EKSPRESI EMOSI DARI KELUARGA DENGAN STRES PSIKOLOGIS YANG DIALAMI PENDERITA SKIZOFRENIA. S1-Sarjana thesis, Universitas Mercu Buana Jatisampurna.

[img]
Preview
Text
HALAMAN COVER.pdf

Download (165kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (30kB) | Preview
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (132kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (62kB)
[img] Text
DAFTAR PUSTAKA & LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (412kB)

Abstract

ABSTRAK. Prevalensi gangguan jiwa ringan dan berat terus meningkat di Indonesia. Jumlah penderita gangguan jiwa ringan sampai berat di Jawa Barat mencapai 465.975 orang pada tahun 2015, jumlah itu naik secara drastis dari tahun 2012, dimana jumlah penderita gangguan jiwa berjumlah 296.943 orang. Faktor-faktor yang ditengarai memiliki hubungan dengan naiknya tren gangguan jiwa tersebut adalah tingginya tingkat stres psikologis yang dialami oleh penderita gangguan kejiwaan. Kejadian hidup penuh stres cenderung meningkatkan kekambuhan pada diri penderita sampai taraf 60%, kekambuhan tersebut paling tidak terjadi satu kali dalam seumur hidup penderita. Sebuah studi penelitian retrospektif menunjukkan bahwa penderita skizofrenia mengalami kejadian hidup penuh stres yang lebih banyak terutama sebelum kemunculan episode psikotiknya. Lebih jauh lagi penderita skizofrenia memiliki kecenderungan yang kuat untuk lebih reaktif terhadap berbagai stressor lingkungan yang menimpanya. Ekspresi emosi yang tinggi berhubungan secara konsisten dengan tingkat kekambuhan penderita skizofrenia. Ekspresi Emosi yang tinggi biasanya tercermin dari komentar-komentar kritis dan sikap permusuhan yang dilakukan oleh keluarga kepada penderita skizofrenia. Penderita skizofrenia memiliki kerentanan psikologis yang reaktif terhadap stressor-stressor yang berasal dari keluarganya tersebut. Alhasil banyak dari penderita skizofrenia yang tidak mampu mengembalikan keberfungsian sosialnya di masyarakat. Mereka cenderung memilih untuk mengisolasi diri dari kenyataan sehari-hari hanya demi melindungi dirinya dari ekspresi emosi yang dilakukan oleh keluarganya. Metode pengolahan data yang dilakukan dalam peneliti ini adalah uji realibilitas Alpha Cronbach, uji validitas (construct validity, content validity dan uji validitas dengan alat bantu SPSS versi 20), uji normalitas Shapiro-Wilk, uji korelasi Pearson, uji Z skor, dan uji One-Way ANOVA dengan alat bantu SPSS versi 20. Hasil penelitian ini meyimpulkan bahwa 1) Terdapat korelasi yang signifikan antara persepsi penderita skizofrenia terhadap ekspresi emosi dari keluarga dengan stres psikologis yang dialami oleh penderita skizofrenia. Kata Kunci : Ekspresi Emosi, Persepsi Ekspresi Emosi, Stres Psikologis, dan Penderita Skizofrenia. ABSTRACT. The prevalence of mild and severe mental disorders continues to increase in Indonesia. The number of people with mild to severe mental disorders in West Java reached 465,975 people in 2015, that number rose drastically from 2012, where the number of people with mental disorders amounted to 296,943 people. Factors that are suspected to be associated with the rising trend of mental disorders are high levels of psychological stress experienced by people with psychiatric disorders. Stressful life events tend to increase recurrence in patients up to 60%, the recurrence is at least once in a lifetime. A retrospective study suggests that people with schizophrenia experience more stressful life events, especially before the emergence of psychotic episodes. Furthermore, schizophrenics have a strong tendency to be more reactive to the various environmental stressors that befall them. High expressed emotion is associated consistently with the recurrence rate of schizophrenics. High expressed emotion is usually reflected by critical comments and hostility by the family to schizophrenics. People with schizophrenia have a psychological vulnerability that is reactive to the stressors coming from the family. As a result many of the people with schizophrenia who are unable to restore their social functioning in society. They tend to choose to isolate themselves from reality just to protect themselves from the expressed emotion of their family. The data processing method used in this research is Alpha Cronbach reliability test, validity test (construct validty, content validity, and validity test with SPSS version 20), Shapiro-Wilk normality test, Pearson correlation test, Z score test and One test -Way ANOVA calculated with SPSS version 20. The results of this study concluded that 1) There is a significant correlation between the perception of schizophrenic patients to expressed emotion of the family with psychological stress experienced by people with schizophrenia. Keywords: Expressed Emotion, Perception of Expressed Emotion, Psychological Stress, and Schizophrenics.

Item Type: Thesis (S1-Sarjana)
Call Number CD: FP/PSI 17 016
NIM: 46113310017
Uncontrolled Keywords: Ekspresi Emosi, Persepsi Ekspresi Emosi, Stres Psikologis, dan Penderita Skizofrenia.
Subjects: 100 Philosophy and Psychology/Filsafat dan Psikologi > 150 Psychology/Psikologi
100 Philosophy and Psychology/Filsafat dan Psikologi > 150 Psychology/Psikologi > 150.1-150.9 Standard Subdivisions of Psychology/Subdivisi Standar Dari Psikologi, Ilmu Jiwa
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Nasruddin Mansyur S.Hum
Date Deposited: 22 Jan 2021 03:25
Last Modified: 22 Jan 2021 03:25
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/59352

Actions (login required)

View Item View Item