PENGENDALIAN ALAT NEBULIZER FOR MEDICAL TREATMENT BERBASIS ARDUINO

FEBIAN, RAHMAT (2019) PENGENDALIAN ALAT NEBULIZER FOR MEDICAL TREATMENT BERBASIS ARDUINO. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
Halaman Judul.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
Lembar Pernyataan.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
Lembar Pengesahan.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (KATA PENGANTAR)
Kata Pengantar.pdf

Download (64kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (103kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77kB)
[img] Text (BAB II)
BAB II .pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img] Text (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (103kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (40kB)

Abstract

Prinsip dasar alat ini adalah memanfaatkan proses nebulasi atau pengkabutan yang tercampur dengan obat, dan menyalurkan melalui saluran pernapasan dengan bantuan mouthpiece atau selang saluran udara. Pada umumnya terapi atau pengobatan suatu penyakit paru-paru menggunakan obat yang berbentuk cairan atau tablet, akan tetapi ada kasus dimana pasien mengalami masalah pada saluran pencernaan dalam kondisi ini alat nebulizer sangat dibutuhkan. Tujuannya agar obat langsung terserap oleh paru-paru, dengan begitu diharapkan terapi pengobatannya dapat lebih efektif. Sistem yang dikembangkan pada tugas akhir ini adalah dengan menggunakan gelombang ultrasound yang dihasilkan oleh transducer piezoelektrik yang dapat memecah obat yang sudah diencerkan sampai menjadi partikel yang sangat kecil yang nanti akan digunakan untuk terapi dan pengobatan pada saluran pernafasan. Dan menggunakan water level sensor sebagai pengaman untuk tranduscer piezoelektrik serta pengaturan persentase kabut dan juga sensor suhu. Dari data percobaan yang dilakukan dibuat waktu standard untuk dosis yang akan digunakan untuk proses nebulasi. Untuk penggunaan dosis 20ml larutan obat didapat waktu maksimal untuk proses nebulasi selama 5 menit, untuk dosis 30ml akan habis selama 10 menit dan untuk dosis 40ml larutan obat akan habis dalam waktu 42 menit. Dan dengan adanya sensor water level dan sensor suhu yang ditambahkan pada alat diharapkan akan menambah nilai dan fungsi serta ketahanan performa pada alat dapat meningkat namun tetap ekonomis. Kata Kunci : Ultrasonik, Kabut, Gangguan Saluran pernapasan, paru-paru

Item Type: Thesis (S1)
Call Number: ST/14/18/113
NIM: 41415120123
Uncontrolled Keywords: Ultrasonik, Kabut, Gangguan Saluran pernapasan, paru-paru
Subjects: 600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 621 Applied Physics/Fisika terapan
600 Technology/Teknologi > 620 Engineering and Applied Operations/Ilmu Teknik dan operasi Terapan > 621 Applied Physics/Fisika terapan > 621.3 Electrical Engineering, Lighting, Superconductivity, Magnetic Engineering, Applied Optics, Paraphotic Technology, Electronics Communications Engineering, Computers/Teknik Elektro, Pencahayaan, Superkonduktivitas, Teknik Magnetik, Optik Terapan, Tekn
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Elektro
Depositing User: Dede Muksin Lubis
Date Deposited: 05 Mar 2019 06:44
Last Modified: 05 Mar 2019 06:44
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/47744

Actions (login required)

View Item View Item