Rochmatun, Rochmatun (2010) ANALISIS RESIKO DAN TINGKAT PENGEMBALIAN SAHAM DENGAN PENDEKATAN CAPITAL ASSET PRINCINGMODEL (CAMP) STUDI PADA INDUSTRI OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA DI BEI PERIODE JANUARI 2006-DESEMBER 2009. S1 thesis, Universitas Mercu Buana.
|
Text (HAL COVER)
cover.pdf Download (50kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
abstrak.pdf Download (23kB) | Preview |
|
|
Text (BAB I)
bab 1.pdf Restricted to Registered users only Download (31kB) |
||
|
Text (BAB II)
bab 2.pdf Restricted to Registered users only Download (96kB) |
||
|
Text (BAB III)
bab 3.pdf Restricted to Registered users only Download (64kB) |
||
|
Text (BAB IV)
bab 4.pdf Restricted to Registered users only Download (112kB) |
||
|
Text (BAB V)
bab 5.pdf Restricted to Registered users only Download (26kB) |
||
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka.pdf Restricted to Registered users only Download (25kB) |
Abstract
Salah satu cara untuk mengukur perkembangan ekonomi suatu negara adalah dengan melihat perkembangan pasar modal dan industri surat berharga di negara tersebut. Dengan semakin banyaknya pengusaha yang mendaftarkan perusahaannya ke pasar modal, maka investor akan semakin bingung untuk memilih investasi. Dalam menetapkan pilihan investasi, seorang investor dapat menggunakan teori risiko dan tingkat pengembalian dimana investor akan memilih saham-saham yang diperkirakan akan dapat memberikan pengembalian yang tinggi dengan tingkat risiko tertentu. Oleh sebab itu, peneliti melakukan analisis risiko dan tingkat pengembalian saham pendekatan Capital Asset Pricing Model (CAPM) pada industri otomotif dan komponennya di Bursa Efek Indonesia periode Januari 2006 – Desember 2009. Risiko dapat diartikan sebagai penyimpangan imbalan (arus kas) yang diharapkan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan tingkat pengembalian dapat diartikan sebagai imbalan yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang. Untuk memperkirakan tingkat hasil pengembalian digunakan model CAPM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa penelitian deskriptif, yaitu metode analisis yang berusaha mengumpulkan, menyajikan serta menganalisis data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas dan secara rinci terhadap obyek yang diteliti. Penelitian dilakukan dengan menghitung tingkat pengembalian pasar, tingkat pengembalian masing-masing saham, suku bunga bebas risiko (risk free), Beta (systematic risk) masing-masing saham, menentukan tingkat pengembalian yang disyaratkan (required rate of return), serta menentukan kelayakan suatu saham. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa tidak ada saham yang mempunyai Beta (systematic risk) yang lebih besar dari satu, semua saham mempunyai Beta dibawah satu. Oleh karena itu saham-saham yang mempunyai Beta kurang dari satu disebut sebagai saham defensif (bertahan), sedangkan saham yang mempunyai Beta lebih besar dari satu dapat disebut sebagai saham agresif. Dari 12 emiten (perusahaan) yang telah dianalisis tersebut mempunyai tingkat pengembalian yang disyaratkan oleh investor tersebut yang rata-ratanya masih berada di bawah bebas risiko (risk free) kecuali ada empat perusahaan mempunyai tingkat pengembalian berada di atas bebas risiko (risk free), dari 12 (dua belas) saham, ada 11 (sebelas) saham yang layak atau memenuhi syarat untuk dibeli dan hanya ada 1 (satu) saham yang tidak layak atau tidak memenuhi syarat untuk dibeli.. Kata kunci: Risiko, Tingkat Pengembalian dan Capital Asset Pricing Model (CAPM)
Actions (login required)
![]() |
View Item |
