KONGLOMERASI MEDIA PENYIARAN TELEVISI INDONESIA

OKTOFIA, RETNO (2012) KONGLOMERASI MEDIA PENYIARAN TELEVISI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (COVER)
1. HAL COVER.pdf

Download (238kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAKSI.pdf

Download (108kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
3. BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text (BAB II)
4. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[img] Text (BAB III)
5. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (81kB)
[img] Text (BAB IV)
6. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB)
[img] Text (BAB V)
7. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (57kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8. HAL DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)

Abstract

Konglomerasi media pertama adalah PT Media Nusantara Citra, Tbk (MNC) yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo yang membawahi RCTI (PT Rajawali Citra Televisi Indonesia), TPI (PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia), dan Global TV (PT Global Informasi Bermutu). Gejala konsentrasi media juga terjadi di Indonesia, contohnya yaitu MNC yang memiliki RCTI, TPI, GLOBAL TV, Radio Trijaya, Koran Seputar Indonesia, Indovision, dan Okezone.com, atau Group Bakrie yang memiliki ANTV dan TVOne. Setelah Orde Baru tumbang, stasiun-stasiun televisi baru ramai bermunculan. Terjadinya konsentrasi media dengan berbagai konsekuensinya oleh banyak ilmuwan dinilai akan membahayakan proses demokrasi. Fenomena itu dijelaskan Robert W Mc Chesney dalam buku ”Rich Media Poor Democracy”, yang ditulis tahun 2000. Inti persoalannya terletak pada efek, sistem produksi budaya massa, informasi, dan kekuatan ekonomi, bahkan penentu opini publik atau politik, dalam hal ini sudah membuktikan bagaimana konglomerasi di Indonesia ini terjadi secara nyata. Tentu saja amat mengkhawatirkan mengingat, bagaimanapun telah banyak bukti bahwa kekuatan media dalam masyarakat modern amatlah signifikan mempengaruhi sistem sosial, ekonomi dan politik. Penelitian ini dilakukan dengan tipe penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus artinya adalah metode riset yang menggunakan berbagai sumber data yang bisa digunakan untuk meneliti,menguraikan dan menjelaskan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konglomerasi media saat ini telah berada pada fase berbahaya karena mengancam keragaman kepemilikan, isi, maupun suara media, apalagi negara tak lagi menjadi aktor penting dalam kehidupan media, tapi hukum pasarlah yang menjadi penentu karakter ruang publik media mana yang akan dia pilih yang berkepentingan individu atau kepentingan masyarakat.

Item Type: Thesis (S1)
Call Number CD: FK/BRD. 12 110
Call Number: SK/41/12/110
NIM/NIDN Creators: 44108010052
Uncontrolled Keywords: Konglomerasi Media Penyiaran Televisi Indonesia
Divisions: Fakultas Ilmu Komunikasi > Penyiaran
Depositing User: Admin Perpus UMB
Date Deposited: 26 Jul 2012 14:42
Last Modified: 22 Nov 2025 08:25
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/20940

Actions (login required)

View Item View Item