ANALISA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG KARAWACI-LEGOK, KABUPATEN TANGERANG)

BERIANSYAH, BERIANSYAH (2011) ANALISA SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG KARAWACI-LEGOK, KABUPATEN TANGERANG). S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
cover.pdf

Download (182kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
abstrak - final.pdf

Download (63kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
bab 1oke1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img] Text (BAB II)
bab 2 oke.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB III)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (388kB)
[img] Text (BAB IV)
bab 4ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (612kB)
[img] Text (BAB V)
bab 5ok.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daft Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

Salah satu titik ruas jalan yang mempunyai peranan besar di Kabupaten Tangerang adalah Simpang Karawaci-Legok. Dengan tingkat kepadatan dan keramaian lalu lintas di titik ruas jalan ini cukup tinggi karena merupakan salah satu jalur utama penghubung antara kabupaten Tangerang dan Kotamadya Tangerang, pada simpang Karawaci-legok terdapat pintu masuk dan keluar Tol Jakarta Merak, ditambah dengan perilaku pengguna jalan, khususnya angkutan kota yang berhenti semaunya di sepanjang jalan Raya Legok mengakibatkan kondisi lalu lintas semakin padat terutama pada jam-jam puncak. Kemacetan dan panjang antrian semakin terlihat di Simpang Karawaci-Legok karena titik tersebut merupakan pusat akumulasi kendaraan dari Kawasan Industri di daerah Legok, Pintu gerbang masuk dan keluar Tol Jakarta Merak di wilayah kabupaten dan kota tangerang, kendaraan dari jalan Imam Bonjol Kota Tangerang, Legok, Lippo Karawaci, Perumnas Kota Tangerang dan sekitarnya yang juga merupakan pusat industry serta pemukiman padat penduduk. Berdasarkan Uraian di atas ,penulis melakukan analisa kinerja persimpangan KarawaciLegok untuk mendapatkan kapasitas, derajat kejenuhan, serta tundaan yang terjadi pada simpang tersebut, Penulis menggunakan metode MKJI 1997 dalam melakukan analisis. Setelah di analisis, ternyata kinerja Dari analisis data didapat Kinerja simpang tersebut memiliki tundaan rata-rata simpang 29,67 det / smp. Sedangkan derajat kejenuhan didapat nilai terbesar 0.81, artinya sudah mendekati angka yg di sarankan oleh MKJI 1997 yang seharusnya <0,85. Disamping itu simpang tersebut hanya memiliki dua fase sehingga arus dari jalan imam bonjol dan dari jalan Raya Legok berpotongan di ruas jalan Boulevard diponegoro yang akhirnya terjadilah antrean yang cukup panjang di ruas jalan di ruas jalan imam bonjol dan di ruas jalan Raya Legok. Jika dengan pehilangan hambatan samping dan di lakukan larangan belok kanan ke arah jalan Boulevard diponegoro untuk kendaraan roda empat dari ruas jalan imambonjol. Dengan pengalihan arus Kendaraan roda empat yang menuju pendekat Barat(lipo karawaci,jalan Boulevard diponegoro) dari Pendekat Utara (Karawaci,Jalan imambonjol) melalui melalui jalur sisi tol, maka akan mengurangi panjang antrian di dua lengan tersebut. menghasilkan turunnya derajat kejenuhan cukup signifikan sehingga nilai paling tingginya 0.353 dari yang sebelumnya 0.81.. Sehingga tundaan rata-rata simpang turun menjadi 5,14 detik/smp.

Item Type: Thesis (S1)
Call Number CD: FTPD/SIP. 11 020
Call Number: STSP/11/11/033
NIM/NIDN Creators: 41107120024
Uncontrolled Keywords: MKJI, Kapasitas, derajat kejenuhan.
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Admin Perpus UMB
Date Deposited: 05 Jul 2011 16:19
Last Modified: 12 Dec 2025 07:09
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/18952

Actions (login required)

View Item View Item