HERDHININGRUM, SETYA UTAMI (2011) PENCITRAAN ISLAM MELALUI TANDA-TANDA PADA FILM MY NAME IS KHAN. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.
|
Text (COVER)
1. HAL COVER.pdf Download (504kB) | Preview |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAKSI.pdf Download (25kB) | Preview |
|
![]() |
Text (BAB I)
3. BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) |
|
![]() |
Text (BAB II)
4. BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (87kB) |
|
![]() |
Text (BAB III)
5. BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (53kB) |
|
![]() |
Text (BAB IV)
6. BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (715kB) |
|
![]() |
Text (BAB V)
7. BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (23kB) |
|
![]() |
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only Download (36kB) |
Abstract
My Name is Khan adalah film yang berkisah mengenai perjalanan hidup seorang Muslim Amerika yang menderita gejala autis. Kehidupan warga muslim di Amerika menjadi tidak nyaman pasca peristiwa 11 September serangan World Trade Centre dimana kaum muslim diidentikkan dengan aksi terorisme, sarat dengan pesan-pesan bernafaskan Islam. Graeme Turner menyebutkan bahwa makna film merupakan representasi dari realitas masyarakat. Sebagai representasi dari realitas, film membentuk dan “menghadirkan kembali” realitas berdasarkan kode-kode, konvensi-konvensi, dan ideologi dari kebudayaan. Dalam keterkaitannya dengan disiplin ilmu komunikasi, film sendiri merupakan sebuah sistem tanda. Artinya, setiap scene terdiri atas tanda-tanda yang mengandung pesan. Atau dengan kata lain, seperti yang diungkapkan Fiske, pesan (dalam film) merupakan konstruksi tanda-tanda, yang pada saat bersinggungan dengan penerima akan memproduksi makna. Yang menjadi fokus penelitian dalam masalah ini adalah bagaimana memaknai tanda-tanda lewat tokoh Khan tentang citra Islam yang coba diperlihatkan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan semiotika dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure. Dalam teori ini semiotik dibagi menjadi dua bagian (dikotomi) yaitu penanda (signifier) dan petanda (signified). Eksistensi semiotika Saussure adalah relasi antara penanda dan petanda berdasarkan konvensi, biasa disebut dengan signifikasi dimana sistem tanda yang mempelajari relasi elemen tanda dalam sebuah sistem berdasarkan aturan atau konvensi tertentu. Kesepakatan sosial diperlukan untuk dapat memaknai tanda tersebut.Dalam melakukan analisis Film My Name Is Khan peneliti akan menetapkan adegan dan dialog sebagai unit analisis, yang dibagi dalam kategori atribut, ritual, dan penampilan yang mencitrakan Islam. Film My Name Is Khan dibuat saat citra Islam di Amerika terpuruk pasca peristiwa 9/11. Orang Islam diidentikan dengan teroris sehingga dalam Film tersebut selalu di tekankan ”My Name Is Khan I’m Not A Trerrorist. Film My Name Is Khan merupakan pembelaan atau koreksi terhadap citra Islam sebagai teroris di Amerika Serikat.Dengan mempelajari simbol-simbol yang meliputi atribut, penampilan, dan ritual kita dapat mengetahui pencitraan islam dalam makna pada simbol-simbol tersebut
Item Type: | Thesis (S1) |
---|---|
Call Number CD: | FK/BRD. 11 027 |
Call Number: | SK/41/11/185 |
NIM/NIDN Creators: | 44108120020 |
Uncontrolled Keywords: | Pencitraan Islam, My Name Is Khan, Analisis Semiotik |
Divisions: | Fakultas Ilmu Komunikasi > Penyiaran |
Depositing User: | Admin Perpus UMB |
Date Deposited: | 07 Oct 2011 13:59 |
Last Modified: | 22 Jul 2025 07:00 |
URI: | http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/18538 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |