SIMULASI PENGARUH POSISI MESIN TERHADAP PERPINDAHAN PANAS DI SISTEM PENDINGIN MOBIL URBAN HYBRID KMHE 2018 DENGAN METODE CFD

FIRMANSYAH, NISFI (2019) SIMULASI PENGARUH POSISI MESIN TERHADAP PERPINDAHAN PANAS DI SISTEM PENDINGIN MOBIL URBAN HYBRID KMHE 2018 DENGAN METODE CFD. S1 thesis, Universitas Mercu Buana Jakarta.

[img]
Preview
Text (HAL COVER)
1. Halaman Judul.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
2. Abstrak.pdf

Download (248kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PERNYATAAN)
3. Surat Pernyataan.pdf

Download (855kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LEMBAR PENGESAHAN)
4. Lembar Pengesahan.pdf

Download (715kB) | Preview
[img]
Preview
Text (KAAT PENGANTAR)
5. Kata Pengantar.pdf

Download (141kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR ISI)
6. Daftar Isi.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR TABEL)
8. Daftar Tabel.pdf

Download (195kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR GAMBAR)
7. Daftar Gambar.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR LAMPIRAN)
9. Daftar Lampiran.pdf

Download (114kB) | Preview
[img] Text (BAB I)
10. Bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text (BAB II)
11. Bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (620kB)
[img] Text (BAB III)
12. Bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (417kB)
[img] Text (BAB IV)
13. Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB V)
14. Bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
15. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only

Download (204kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
16. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only

Download (330kB)

Abstract

The cooling system in the car serves to reduce the temperature of the engine that occurs from the combustion process, the combustion process will then produce mechanical power which will then move the engine. The result of combustion in a motor fuel which becomes mechanical power is only about 23%, some of the heat comes out and some is lost through the cooling process. The rest of the heat energy will be discharged through gas emissions of 7%, and the remaining 33% is absorbed by the coolant. therefore, although the cooling system is said to be a disadvantage, it reduces the efficiency produced by the engine, but on the other hand it is still needed to maintain the engine itself so that it can still work. Therefore the cooling system of the blue geni team is designed in such a way that it is expected to have good performance in maintaining engine temperature stability and to be able to save more fuel consumption. This research was conducted by analyzing the effect of machine placement in the cooling system on KMHE urban hybrid cars with computational methods and simulations using ANSYS Fluent software, where in the process of meshing using the Tetrahedrons method with an average element of 1 million. The analysis is done by looking at the position of the engine with various variations of speed, there are 3 (three) machine placement positions, namely the middle engine position, left engine position & right engine position with each of 3 (three) different speeds of 40, 60 & 80 km/h. The simulation results obtained from the middle engine position have the lowest average temperature of 121oC at speeds of 40 km/h, 88oC at speeds of 60 km/h and 80oC at speeds of 80 km/h. The left engine position has an average temperature of 164oC at a speed of 40 km/h, 124oC at a speed of 60 km/h and 106oC at a speed of 80 km/h. The right engine position has an average temperature of 160oC at a speed of 40 km/h, 125oC at a speed of 60 km/h and 100oC at a speed of 80 km/h. The optimal engine placement is in the middle position where the middle engine position has the lowest average temperature. For further research, it is expected that the meshing process uses the Hexahedral method and increases the element size to improve the accuracy of the simulation results. Keywords: Cooling system, engine position, urban hybrid KMHE, ANSYS Sistem pendingin pada mobil berfungsi untuk menurunkan temperatur pada mesin yang terjadi dari proses pembakaran, proses pembakaran selanjutnya akan menghasilkan tenaga mekanis yang kemudian akan menggerakkan mesin. Hasil pembakaran pada motor bakar yang menjadi tenaga mekanis hanya sekitar 23%, sebagian panas keluar dan sebagian lagi hilang melalui proses pendinginan. Energi panas selebihnya akan dibuang melalui emisi gas sebesar 7%, dan sisanya sekitar 33% hilang diserap oleh pendingin. oleh karena itu walaupun sistem pendingin dikatakan sebagai kerugian, yaitu menurunkan efisiensi yang dihasilkan oleh mesin, namun disisi lain tetap dibutuhkan untuk mempertahankan mesin itu sendiri agar tetap dapat bekerja. Karena itu sistem pendingin tim geni biru di rancang sedemikian rupa sehingga diharapkan memiliki kinerja yang baik dalam menjaga stabilitas suhu mesin dan agar mampu untuk lebih menghemat konsumsi bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis pengaruh penempatan mesin di sistem pendingin pada mobil urban hybrid KMHE dengan metode komputasi dan simulasi menggunakan software ANSYS Fluent, dimana pada proses meshing menggunakan metode Tetrahedrons dengan rata – rata element sebesar 1 juta. Analisis yang dilakukan yaitu dengan melihat posisi penempatan mesin dengan berbagai variasi kecepatan, terdapat 3 (tiga) posisi penempatan mesin yaitu posisi mesin tengah, posisi mesin kiri & posisi mesin kanan dengan masing - masing 3 (tiga) kecepatan yang berbeda yaitu 40, 60 & 80 km/jam. Hasil simulasi yang didapatkan posisi mesin tengah memiliki temperatur rata – rata terendah sebesar 121oC pada kecepatan 40 km/jam, 88oC pada kecepatan 60 km/jam dan 80oC pada kecepatan 80 km/jam. Posisi mesin kiri memiliki temperatur rata – rata sebesar 164oC pada kecepatan 40 km/jam, 124oC pada kecepatan 60 km/jam dan 106oC pada kecepatan 80 km/jam. Posisi mesin kanan memiliki temperatur rata – rata sebesar 160oC pada kecepatan 40 km/jam, 125oC pada kecepatan 60 km/jam dan 100oC pada kecepatan 80 km/jam. Penempatan mesin yang optimal berada pada posisi tengah dimana posiis mesin tengah memiliki termperatur rata – rata terendah. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan proses meshing menggunakan metode Hexahedral dan meningkatkan ukuran element untuk meningkatkan keakuratan hasil simulasi. Kata kunci: Sistem pendingin, posisi mesin, urban hybrid KMHE, ANSYS

Item Type: Thesis (S1)
NIM: 41314110035
Uncontrolled Keywords: Sistem pendingin, posisi mesin, urban hybrid KMHE, ANSYS
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Virda Syifa
Date Deposited: 11 Jul 2019 01:22
Last Modified: 11 Jul 2019 01:22
URI: http://repository.mercubuana.ac.id/id/eprint/49681

Actions (login required)

View Item View Item